BeritaIDN, PACITAN–Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, menekankan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik dan aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pelayanan publik. Hal tersebut disampaikan Heru dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Korpri 2025 yang diperingati dalam waktu berdekatan, Sabtu (29/11/2025).
Heru menilai, dua momen besar tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi bagi guru dan ASN untuk memperkuat etos kerja, integritas, serta komitmen melayani masyarakat. Menurutnya, guru dan ASN merupakan dua pilar utama yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan daerah.
“Guru bertanggung jawab mencetak generasi unggul melalui pendidikan. Sementara ASN memastikan seluruh pelayanan publik berjalan profesional, tertib, dan akuntabel. Dua peran ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan dalam upaya membangun Pacitan,” ujar Heru.
Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak bisa hanya mengandalkan aturan dan sistem semata. Lebih dari itu, komitmen personal, kejujuran, dan dedikasi setiap individu menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan kepada masyarakat.
“Guru dan ASN adalah representasi pemerintah di mata masyarakat. Dari sikap, kerja, dan layanan mereka, masyarakat menilai pemerintah. Dedikasi dan profesionalisme itulah yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mendorong seluruh guru dan ASN di Pacitan untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai jalur, mulai dari pendidikan lanjutan, pelatihan, hingga penguatan inovasi kerja dan metode pembelajaran. Ia menilai tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut aparatur dan tenaga pendidik untuk tidak berhenti belajar.
“Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan masyarakat bergerak sangat cepat. Guru dan ASN harus adaptif, terus meng-upgrade kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat hari ini dan masa depan,” katanya.
Lebih lanjut, Heru mengajak seluruh ASN dan tenaga pendidik untuk menjadikan peringatan Hari Guru dan HUT Korpri 2025 sebagai momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan parsial dan membutuhkan kerja kolektif antarbidang.
“Sinergi guru dan ASN sangat diperlukan dalam banyak program pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan masyarakat. Semua butuh kerja bersama,” ujarnya.
Menurut Heru, ketika guru dan ASN bergerak dengan semangat yang sama, pembangunan daerah akan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Ia juga berharap budaya kerja kolaboratif dapat terus diperkuat, tidak hanya saat peringatan hari besar, tetapi dalam praktik keseharian.
“Semangat Hari Guru dan Hari Korpri ini harus menjadi energi baru untuk membangun budaya kerja yang solid, responsif, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pacitan,” tuturnya.
Heru berharap agar kebersamaan antara guru dan ASN tidak berhenti pada momentum peringatan semata, melainkan terus tumbuh sebagai tradisi positif dalam tata kelola pemerintahan dan dunia pendidikan di Pacitan.
“Dengan semangat kebersamaan ini, kita optimistis mampu mewujudkan masyarakat Pacitan yang semakin sejahtera dan bahagia,” pungkasnya. (*)













