Penanganan Bencana Sumatera, KSP: Presiden Prabowo Terstruktur, Sistematis, dan Masif

  • Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto saat memimpin rapat penanganan bencana alam (Foto: dok. Setpres)

BeritaIDN, JAKARTA-Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Timothy Ivan Triyono menegaskan, penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Mengutip dari laman Sindonews, Pendekatan tersebut merupakan arahan langsung Presiden yang berulang kali ditekankan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rapat Terbatas, hingga saat meninjau langsung lokasi bencana.

Ivan menyebutkan, Presiden Prabowo secara tegas mengingatkan para pejabat agar tidak melakukan praktik “wisata bencana”.

Setiap kunjungan ke wilayah terdampak harus disertai kerja nyata serta bantuan langsung yang dapat dirasakan masyarakat.

Arahan itu, kata Ivan, tercermin dalam kunjungan Presiden ke sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam setiap kunjungan, Presiden selalu mengajak menteri dan pejabat terkait, antara lain Menteri Pekerjaan Umum, Panglima TNI, Kepala Staf TNI, Menteri ESDM, hingga Direktur Utama PLN, guna memastikan percepatan penanganan di lapangan.

Baca juga :  Luar Biasa Presiden Jokowi Tuntaskan Pelanggaran HAM Berat, Dimana Komnas Ham?

Ivan mencontohkan pembangunan jembatan darurat yang mampu diselesaikan aparat TNI dalam waktu kurang dari satu pekan. Capaian tersebut dinilai jauh lebih cepat dibandingkan perkiraan awal.

Untuk mempercepat dan mengoordinasikan pemulihan infrastruktur, Presiden juga menunjuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Jembatan.

Selain pendekatan struktural, Ivan menyoroti gaya kepemimpinan lapangan Presiden Prabowo yang sarat empati.

Latar belakang Presiden sebagai prajurit tempur, menurut dia, membentuk karakter kepemimpinan yang terbiasa turun langsung ke lapangan, memeriksa pelaksanaan perintah, serta memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bagian dari trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat merasakan kehadiran dan perhatian negara,” ujar Ivan dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Januari 2025.

Baca juga :  Resmikan Pesona Sumberejo Pacitan, Wamendes Dorong Desa Jadi Pusat Edukasi Lingkungan dan Supplier Ekonomi Mandiri

Dalam penanganan bencana, Presiden Prabowo memprioritaskan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, percepatan perbaikan fasilitas publik, pemberian bantuan stimulan bagi warga terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan infrastruktur air bersih, hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Ivan menegaskan, rangkaian langkah tersebut menunjukkan penanganan bencana yang dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan berkelanjutan. “TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *