Terganjal Anggaran, e-Parkir Pasar Minulyo Pacitan Gagal Terealisasi

  • Bagikan
Tampak pengunjung pasar minulyo dengan beberapa petugas yang menarik biaya parkir secara manual, Selasa (6/1/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN-Rencana penerapan sistem portal e-Parkir di Pasar Minulyo Pacitan masih gagal terealisasi lantaran terganjal anggaran.

Hal ini diungkapkan Kepala Disdagnaker Pacitan Acep Suherman, Selasa (6/1/2025).  “Rencana portal itu kan di tahun 2026 untuk penambahan atau pengembangan potensi PAD. Dulu rencana anggarannya sekitar Rp250 juta untuk portal depan,” ujarnya.

Menurut Acep, langkah itu disiapkan sebagai instrumen penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga kini belum bisa terealisasi.

Namun, dalam pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kata dia, alokasi anggaran tersebut belum dapat dipenuhi sehingga pembangunan portal terpaksa ditunda.

“Ternyata dari TAPD belum ada anggaran. Karena situasi dan kondisi belum mendukung, sementara di tahun ini belum bisa dilaksanakan untuk pembangunan portal tersebut,” ungkapnya.

Baca juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Tulakan Tinjau Pekarangan Bergizi di Desa Kalikuning

Acep menambahkan, pada tahun anggaran berjalan, pembangunan portal justru belum masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.

“Untuk portal itu di tahun ini belum prioritas, karena mungkin pemerintah akan fokus kepada jalan dan sebagainya, juga karena keterbatasan fiskal,” tambahnya.

Kendati program pembangunan portal elektronik tersebut tidak dibatalkan, melainkan hanya ditunda hingga kondisi keuangan daerah memungkinkan.

“Program ini tidak akan hilang. Nanti kalau fiskal sudah longgar, ya nanti kita proses lagi,” tegas Acep.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pengelolaan Pasar Disdagnaker Pacitan, Bambang Surono memaparkan jika realisasi pendapatan dari retribusi parkir Pasar Minulyo tahun 2025 mendekati target.

“Target parkir di Pasar Minulyo tahun 2025 sekitar Rp600 juta dan sudah tercapai 98 persen,” ujarnya.

Baca juga :  Menang Mutlak, Sunardi Janji PMII Pacitan Tak Akan Jinak

Selain itu, alasan tidak tercapainya target 100 persen, kata dia, disebabkan oleh merosotnya  angka kunjungan pasar sepanjang tahun lalu.

“Tidak tembus 100 persen karena memang jumlah pengunjung Pasar Minulyo menurun. Kalau tahun 2025 ini dari sekitar 500 ribu rata-rata pengunjung pasar, tahun ini mengalami penurunan berkisar 50 ribu pengunjung,” jelasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *