BeritaIDN, PACITAN – Harga kambing di Kabupaten Pacitan anjlok dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan menyebut kondisi itu dipicu melimpahnya stok kambing akibat banyak peternak sapi yang beralih ke ternak kambing.
Penurunan harga paling terasa di Pasar Hewan Pon Pacitan. Sejak awal tahun, harga kambing turun cukup tajam karena pasokan jauh lebih besar dibanding permintaan. Situasi ini diperparah oleh masuknya kambing impor serta menurunnya minat pasar imbas persoalan kesehatan ternak sapi sebelumnya.
Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan anjloknya harga merupakan konsekuensi logis dari ketidakseimbangan antara stok dan permintaan.
“Stok kambing di pasaran meningkat, tapi permintaan tidak naik. Akhirnya harga turun,” kata Sugeng, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan populasi kambing terjadi dalam dua tahun terakhir. Banyak peternak sapi memilih beralih ke kambing setelah ternaknya terdampak penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks.
“Karena dampak PMK dan antraks, banyak sapi mati. Peternak kemudian beralih ke kambing,” ujarnya.
Menurut Sugeng, kondisi tersebut membuat pasokan kambing berlimpah di pasar dan berdampak langsung pada harga jual di tingkat peternak.
“Permintaan tetap stabil, stok banyak. Hukum ekonomi pasar berlaku, harga pun anjlok,” katanya.
Terkait isu impor kambing, Sugeng menegaskan pihaknya tidak dalam posisi memberikan komentar karena kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Kalau soal kebijakan impor, saya tidak bisa komentar,” tegasnya.
Meski demikian, DKPP Pacitan optimistis penurunan harga tidak akan berlangsung lama. Harga kambing diperkirakan kembali membaik menjelang Hari Raya Iduladha.
“Saya yakin menjelang hari raya kurban, harga kambing akan naik,” ucapnya.
DKPP pun berharap peternak tetap menjaga semangat budidaya agar populasi kambing di Pacitan tidak menurun.
“Kalau harga kembali normal, peternak sudah punya stok untuk dijual dengan hasil yang lebih menguntungkan,” pungkas Sugeng. (*)












