BeritaIDN, PACITAN – Gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Kabupaten Pacitan, Jumat (6/2/2026) dini hari, menyebabkan menara Musala Al Iman di Desa Sumberharjo roboh. Puing bangunan menimpa teras depan, dengan total kerusakan ditaksir mencapai Rp5 juta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB, saat gempa kuat dirasakan warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Bangunan utama musholla dipastikan masih aman.
Pihak yang membangun Musala Al Iman, Edi Suprapto (56), mengatakan robohnya bangunan bermula dari menara yang lebih dulu tumbang.
“Kejadiannya pas gempa besar sekitar jam satu lebih. Menara ambruk dulu, lalu puingnya menimpa teras depan,” ujarnya.
Menurut Edi, bagian menara sebenarnya sudah mengalami retak sejak gempa sebelumnya. Namun saat itu kondisinya masih dinilai layak.
“Sudah sempat retak, tapi waktu dicek masih aman. Ternyata tadi malam akhirnya roboh,” katanya.
Musala Al Iman yang berada di lingkungan perumahan Lingkungan Setran, Craken Wetan, Desa Sumberharjo, telah berdiri sekitar 12 tahun. Ukuran bangunan sekitar 72 meter persegi.
Edi menambahkan, perbaikan akan segera dilakukan setelah Jumat. Ia menargetkan renovasi selesai dalam lima hingga enam hari agar bisa digunakan untuk salat tarawih.
“InsyaAllah setelah Jumat langsung diperbaiki. Targetnya kurang dari seminggu sudah selesai,” ujarnya.
Bahkan warga sebelum kejadian ada yang sempat melihat kondisi tiang teras musala dalam keadaan miring sesaat setelah gempa.
“Saya keluar rumah, lihat sudah miring. Sempat foto, tapi pas mau balik malah ambruk,” tutur Andre yang tak jauh dari musala tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberharjo, Hariadi, mengatakan pihak desa akan melaporkan kejadian tersebut ke kecamatan untuk ditindaklanjuti BPBD dan pemerintah kabupaten.
“Desa akan melapor ke kecamatan supaya bisa diteruskan ke BPBD. Kami memang tidak punya anggaran khusus kebencanaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika bantuan tidak terealisasi, warga akan melakukan gotong royong.
“Kalau tidak ada bantuan, kemungkinan besar warga akan gotong royong,” katanya.
Menurut Hariadi, kejadian robohnya bangunan akibat gempa baru pertama kali terjadi di wilayah tersebut.
“Ini baru pertama kali di Desa Sumberharjo,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
“Yang utama tetap keselamatan jiwa,” pungkasnya. (*)












