Penjual Bunga Tabur di Pacitan Raup Cuan Jelang Ramadan

  • Bagikan
Penjual bunga nyekar musiman saat sedang meracik bunga di lapaknya, Selasa (10/2/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Tradisi nyekar menjelang Ramadan ternyata menjadi berkah tersendiri bagi para penjual bunga tabur di Pacitan.

Seperti diungkapkan Sunarti (70), warga Lingkungan Kebonredi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pacitan mengaku sudah puluhan tahun menekuni usaha sebagai penjual bunga tabur.

Usaha tersebut merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya sejak ia masih kecil.

“Sudah lama, dari kecil saya jadi ini, turun-menurun dari nenek (simbah),” ujarnya,  Selasa (10/2/2026)

Satu bungkus bunga tabur yang ia jual  seharga Rp2.500. Isinya beragam, mulai dari mawar hingga kenanga.

Agar lebih wangi, Sunarti juga menawarkan paket wewangian seperti minyak merek serimpi dan duyung.

“Ini ada minyak serimpi dan minyak duyung ya biar baunya wangi,” tambahnya

Baca juga :  PMII Menagih Janji, Kepala Disparbudpora Mohon Maaf kepada Publik

Kendati begitu, berjualan bunga tabur hanya ia lakukan menjelang bulan Ramadan saja.

“Saya jualan ini pas momen megengan mau puasa aja,” katanya.

Di luar musim Ramadan, Sunarti sehari-hari berjualan Emping hingga Rempeyek.

“Saya jualan ini sampai besok masuk hari puasa, lalu kembali jualan seperti biasa,” tambahnya.

Soal penghasilan, Sunarti mengaku tidak menentu. Namun, biasanya penjualan mulai meningkat sekitar tiga hari menjelang puasa.

“Kalau hari-hari ini belum tentu, tapi biasanya tiga hari sebelum puasa itu agak lumayan,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan Aprianti (50), warga Lingkungan Slagi. Ia mengaku telah berjualan bunga tabur sejak sekitar 10 tahun terakhir menggantikan neneknya yang sudah meninggal.

Baca juga :  Ini Deretan Goa Wisata di Pacitan Viral yang Wajib Anda Kunjungi saat Libur Nataru

“Saya jualan bunga ini sudah lama, sejak simbahnya meninggal,” kata Aprianti.

Dalam kesehariannya, Aprianti bekerja sebagai buruh masak di tempat katering. Berjualan bunga tabur menjadi pekerjaan tambahan saat menjelang Ramadan.

“Saya jualan ini pas mau puasa saja, kira-kira sudah 10 tahunan. Kalau sudah masuk puasa ya sudah berhenti,” jelasnya.

Menurut Aprianti, penjualan bunga nyekar biasanya mulai ramai tiga hari sebelum puasa. Bahkan jika  ramai, ia bisa meraup untung kisaran Rp200 ribu per hari.

“Kalau rame ya kurang lebih dapat Rp200-an. Biasanya rame itu tiga hari sebelum puasa,” pungkasnya.

Itulah bunga tabur yang bikin sebagian warga Pacitan raup cuan menjelang Ramadan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *