BeritaIDN, PACITAN – Stok beras di wilayah kerja Perum Bulog Cabang Ponorogo mencapai 58.000 ton. Jumlah itu dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pacitan hingga enam bulan ke depan, termasuk menjelang hari besar keagamaan.
Pimpinan Bulog Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, menyebut stok tersebut tersebar di tiga kabupaten: Pacitan, Ponorogo, dan Magetan.
“Per hari ini total stok di wilayah kami Pacitan, Magetan, dan Ponorogo sekitar 58.000 ton,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Khusus untuk Pacitan, cadangan beras yang tersedia sekitar 1.500 ton. Menurutnya, angka itu dalam posisi aman.
“Untuk Pacitan sendiri stoknya sekitar 1.500 ton dan itu sangat aman untuk enam bulan ke depan,” katanya.
Bulog juga mulai menyerap gabah dari petani seiring masuknya masa panen di beberapa wilayah. Di Pacitan memang belum panen raya, tetapi hasil panen yang sudah ada langsung diserap. Sebagian pasokan juga diperkuat dari Ponorogo untuk memastikan stok di Pacitan tetap terjaga.
“Yang sudah panen kita serap. Sebagian juga kita ambil dari Ponorogo untuk mengisi kebutuhan di Pacitan,” jelasnya.
Soal distribusi, Budiwan memastikan tidak ada kendala berarti. Koordinasi dengan TNI, dinas terkait, hingga penyuluh pertanian berjalan lancar.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Bulog tetap menyalurkan beras medium melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Penyaluran dilakukan ke pasar-pasar besar di Pacitan melalui kios mitra dan retail modern.
“Kami isi pasar-pasar besar melalui beras SPHP dari gudang kami. Itu salah satu cara menjaga harga tetap terjangkau,” ujarnya.
Harga eceran tertinggi beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
Menjelang hari besar keagamaan, Bulog mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan.
“Tidak usah panik. Stok aman dan harga masih stabil. Silakan beli di kios-kios kami di pasar maupun retail modern,” pungkasnya. (*)












