SPAM Kalikedung Kebonharjo Rp6,5 M Siap Layani Empat Desa di Pacitan

  • Bagikan
Tim Kementerian PU bersama Dinas PUPR Pacitan melakukan survei sumber air di Telogo Sono untuk rencana pembangunan SPAM Kalikedung Kebonharjo yang akan melayani empat desa. (Foto: PUPR Pacitan For BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kalikedung Kebonharjo segera dibangun di Pacitan. Program yang dibiayai APBN senilai Rp6,5 miliar itu diproyeksikan melayani empat desa sekaligus melalui jaringan perpipaan terpadu.

Empat desa yang akan menerima layanan air bersih tersebut yakni Kalikuning, Kedungbendo, Kebondalem, dan Mangunharjo.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum Dinas PUPR Pacitan Tonny Setyo Nugroho menjelaskan, proyek tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Seluruh proses, mulai tender hingga pelaksanaan pekerjaan, berada di bawah kewenangan pusat.

“Program SPAM di Kalikuning itu dari APBN. Informasi terakhir anggarannya sekitar Rp 6,5 miliar dan jaringan perpipaan akan menjangkau empat desa,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Proyek itu diberi nama SPAM Kalikedung Kebonharjo. Nama tersebut merupakan gabungan dari empat desa penerima manfaat: Kalikuning, Kedungbendo, Kebondalem, dan Mangunharjo.

Baca juga :  PUPR Pacitan Pastikan Jalan dan Akses Wisata Aman Jelang Libur Nataru

Secara teknis, sumber air akan diambil dari Telogo Sono. Air kemudian dipompa menuju titik distribusi di puncak bukit wilayah Kebondalem sebelum dialirkan ke desa-desa penerima manfaat.

“Air dari Telogo Sono nanti dinaikkan ke puncak bukit di wilayah Kebondalem, baru didistribusikan ke empat desa,” jelas Tonny.

Saat ini persiapan program terus berjalan. Salah satu fokus utama adalah menyiapkan kelembagaan pengelola setelah sistem selesai dibangun.

Karena wilayah layanan mencakup empat desa, pengelolaannya dirancang melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

“Karena melibatkan empat desa, maka pengelolanya BUMDESMA. Empat desa bergabung dalam satu lembaga untuk mengelola SPAM,” katanya.

Pembentukan BUMDESMA saat ini memasuki tahap pengurusan badan hukum. Sebelumnya, pemerintah desa telah menggelar Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk menyepakati pembentukan lembaga tersebut.

Menurut Tonny, proses tender proyek direncanakan berlangsung akhir Maret atau awal April di Jakarta. Jika berjalan sesuai jadwal, pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Baca juga :  Sejak 2018 Diajukan, Traffic Light Perempatan JLS Pacitan Tak Kunjung Terpasang

“Targetnya sekitar November atau Desember sudah selesai. Setelah itu dilakukan penyerahan aset,” terangnya.

Aset SPAM nantinya akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebelum dikelola oleh BUMDESMA Kalikedung Kebonharjo.

Program ini diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan kekeringan yang selama ini kerap dialami sebagian wilayah desa penerima manfaat.

Tonny juga berharap konsep pengelolaan bersama tersebut bisa berkembang dan menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kalau berjalan baik, ini bisa jadi percontohan. BUMDESMA bisa berkembang dan membawa nama Pacitan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di sekitar sumber air Telogo Sono agar keberlanjutan mata air tetap terjaga.

“Karena sumbernya dari Telogo Sono, masyarakat perlu ikut menjaga lingkungan di sekitar sumber air agar tetap lestari,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *