Pemkab Pacitan Klaim Stok Gas Elpiji 3 Kilogram Aman

  • Bagikan
Tabung elpiji di salah satu toko di Pacitan dipasangi tulisan “Mohon Maaf Gas Habis”, menandakan stok gas 3 kilogram sedang kosong di tingkat pengecer, Kamis (12/3/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritIDN, PACITAN – Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram atau yang akrab disebut “gas melon” mulai sulit ditemukan di sejumlah tempat di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Keluhan warga muncul karena tabung gas untuk kebutuhan dapur rumah tangga itu kerap kosong di tingkat pengecer, terutama selama Ramadan 1447 Hijriah.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pacitan memastikan pasokan sebenarnya masih aman.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan Ayub Setyobudi menyebutkan hasil pemantauan sejumlah instansi menunjukkan stok elpiji di tingkat agen maupun Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) masih tersedia.

“Dari pemantauan Dinas Perdagangan, DIPPED, dan Dinas Pertanian ke agen dan SPBE, informasi yang kami terima stok gas masih aman, baik di agen maupun di SPBE,” kata Ayub, Kamis (12/3/2026).

Baca juga :  Pastikan Stok Aman Selama Lebaran, Satgas Pangan Pacitan Sidak Pasar dan SPBU

Menurut dia, kelangkaan yang dirasakan warga lebih dipicu lonjakan pembelian masyarakat selama Ramadan. Tidak sedikit warga yang membeli lebih banyak dari biasanya untuk disimpan.

“Ada kecenderungan masyarakat membeli melebihi kebutuhan normal. Rata-rata untuk stok di rumah, terutama gas melon 3 kilogram,” ujarnya.

Ayub menambahkan, kondisi tersebut tidak terjadi pada tabung elpiji non-subsidi. Untuk ukuran 5 kilogram maupun 12 kilogram, ketersediaannya di pasaran masih cukup banyak.

“Gas ukuran 5 kilogram dan 12 kilogram stoknya masih tersedia dan relatif aman,” imbuhnya.

Keterangan serupa juga datang dari pengelola SPBE di Pacitan. Mereka memastikan distribusi elpiji ke agen tetap berjalan setiap hari sehingga pasokan seharusnya tetap tersedia di jalur distribusi resmi.

Baca juga :  Pemkab Pacitan Janji Segera Perbaiki Tutup Saluran Air yang Rusak

“Dari SPBE juga menyampaikan stok masih aman dan distribusi ke agen dilakukan setiap hari,” tandas Ayub.

Namun di lapangan, kondisi berbeda masih terlihat di tingkat pengecer. Sejumlah toko bahkan memasang tulisan “Mohon Maaf Gas Habis” pada rak tabung elpiji, menandakan gas melon 3 kilogram sedang kosong. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *