BeritaIDN, PACITAN – Pacitan termasuk yang start duluan. Di saat banyak daerah masih tahap rencana, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 934 Satria Buana Yuda (SBY) di kota 1001 goa ini sudah berjalan. Sebanyak 482 prajurit TNI kini telah lebih dulu menempati Gedung Wisma Atlet sebagai markas sementara.
Kedatangan mereka tak sekaligus. Bergelombang sejak dua pekan terakhir. Namun arah pembentukannya sudah jelas: menuju kekuatan penuh sekitar 1.190 personel.
Komandan Kodim 0801/Pacitan Letkol Arh Imam Musahirul tak menampik percepatan itu. Ia menyebut Pacitan berada di barisan depan realisasi program nasional tersebut.
“Alhamdulillah, dibandingkan daerah lain kita sudah mulai lebih dulu,” ujarnya.
Program yang dimaksud adalah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membentuk batalyon teritorial pembangunan di seluruh kabupaten. Targetnya rampung dalam kurun 2028–2029.
Di Pacitan, embrio satuan itu sudah terlihat. Personel yang datang bukan hanya ditempatkan, tapi langsung bergerak. Salah satunya lewat kegiatan Jumat Bersih di lingkungan Wisma Atlet.
Komandan Yonif TP 934/SBY Mayor Inf Dr. Dian Nur Huda menyebut langkah itu sebagai cara awal membangun kedekatan dengan warga.
“Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat. Mohon dukungan dan kerja samanya,” katanya, Jumat (27/3/2026).
Pendekatannya memang berbeda. Selain fungsi teritorial, satuan ini didesain ikut masuk ke ruang-ruang sosial. Kegiatan keagamaan, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat jadi bagian dari tugas.
Dian menyebut sudah ada tim hafiz dan hadroh yang disiapkan. Bahkan agenda safari ke masjid-masjid juga masuk rencana. Di sisi lain, prajurit mulai membaur lewat aktivitas olahraga bersama warga.
Formasi ke depan juga tak biasa. Selain kompi tempur dan markas, akan ada kompi khusus seperti pertanian, peternakan, hingga medis lapangan. Ini menegaskan orientasi pembangunan yang diusung.
“Jadi tidak hanya pertahanan, tapi juga membantu percepatan pembangunan wilayah,” tegasnya.
Peran itu bahkan bisa menyentuh pekerjaan fisik. Mulai pembangunan jalan hingga fasilitas umum. Satuan ini nantinya dilengkapi peralatan berat serta personel dengan keahlian teknis.
Untuk saat ini, seluruh aktivitas masih terpusat di Gedung Wisma Atlet. Sementara markas permanen direncanakan dibangun di Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku, dengan luas lahan sekitar 65,5 hektare. Prosesnya masih menunggu arahan pimpinan.
Dengan progres yang sudah berjalan, Pacitan praktis menjadi salah satu etalase awal model batalyon teritorial pembangunan. Jika formasi lengkap tercapai, kehadirannya diproyeksikan tak sekadar memperkuat keamanan, tapi juga ikut menggerakkan pembangunan daerah. (*)












