75 Kursi Kepsek SD di Pacitan Masih Kosong, Dindik Kebut Pertek ke BKN

  • Bagikan
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna. (Foto: Dok BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Sebanyak 75 kursi kepala sekolah dasar (SD) di Pacitan hingga akhir Maret 2026 masih belum terisi. Dinas Pendidikan setempat pun mempercepat proses pengisian dengan mengebut pengurusan persetujuan teknis (pertek) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, mengatakan saat ini seluruh proses masih berjalan di tahap pertek melalui BKPSDM. Ia memastikan, percepatan terus dilakukan agar pengisian jabatan tidak berlarut-larut.

“Masih kita proses. Pertek ke BKN lewat BKPSDM, ini sedang kami kebut supaya segera selesai,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Pandu tak menampik, kebutuhan kepala sekolah di jenjang SD cukup mendesak. Dari total 418 SD di Pacitan, tercatat 98 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif.

Baca juga :  Hari Guru Nasional 2024, Gerimis Tak Padamkan Semangat Guru Pacitan

Artinya, hampir seperempat sekolah dasar di Pacitan saat ini berjalan tanpa pimpinan tetap. Kondisi ini dinilai rawan memengaruhi tata kelola dan kualitas pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

“Ini memang urgent. Jumlahnya cukup besar,” katanya.

Karena itu, Dinas Pendidikan memilih memprioritaskan pengisian jabatan tersebut. Meski begitu, prosesnya tidak bisa instan. Ada tahapan administratif yang harus dilalui, termasuk komunikasi dengan instansi di pemerintah pusat.

“Ada dua institusi di pusat yang harus kami komunikasikan. Jadi memang butuh waktu, tapi sudah kami dorong agar dipercepat,” imbuhnya.

Jika tak ada kendala berarti, pihaknya menargetkan seluruh proses pengisian kepala sekolah ini bisa tuntas dalam waktu sekitar satu bulan setelah Lebaran.

Baca juga :  72 SMP di Pacitan Siap Integrasi dengan Madin, Launching Pertengahan Januari

“Target kami, sebulan setelah Idulfitri sudah selesai,” tegas Pandu.

Ia menambahkan, posisi kepala sekolah bukan sekadar jabatan formal. Lebih dari itu, kepsek menjadi motor penggerak di sekolah dan mengatur, mengelola, sekaligus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.

“Perannya strategis. Dia manajer di sekolah,” tandasnya.

Dengan pengisian yang segera rampung, Dindik Pacitan berharap roda manajemen sekolah bisa kembali berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong kualitas pembelajaran siswa menjadi lebih baik. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *