Paskibraka Pacitan Kekurangan Dana, Bakesbangpol Ajukan Tambahan Rp70 Juta

  • Bagikan
Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Nur Bambang Susianto. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Anggaran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pacitan tahun 2026 sebesar Rp650 juta ternyata belum mencukupi. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) setempat pun bersiap mengajukan tambahan dana sekitar Rp70 juta, terutama untuk menutup kebutuhan karantina peserta.

Kondisi ini muncul setelah lokasi karantina yang semula direncanakan di Wisma Atlet batal digunakan. Tempat tersebut saat ini dipakai sementara untuk kegiatan TNI, sehingga panitia harus mencari alternatif lain yang berdampak pada pembengkakan biaya.

Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Nur Bambang Susianto, mengatakan anggaran Rp650 juta yang ada berasal dari anggaran induk daerah. Namun, dalam pelaksanaannya, kebutuhan di lapangan berkembang.

“Untuk anggaran khusus Paskibraka Rp650 juta yang bersumber dari induk,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, persoalan utama terletak pada karantina peserta. Awalnya, Wisma Atlet menjadi pilihan karena dinilai efisien. Namun, perubahan situasi membuat opsi tersebut tidak bisa digunakan.

“Untuk karantina awalnya di Wisma Atlet, nah ternyata tahun ini dipakai sementara oleh kegiatan dari TNI Batalyon TP 934/SBY sehingga kami tidak bisa menggunakan di situ,” jelasnya.

Akibatnya, panitia harus beralih ke penginapan berbayar. Opsi ini jelas menambah beban anggaran. Bakesbangpol pun menyiapkan langkah dengan mengajukan tambahan dana melalui perubahan anggaran daerah.

Baca juga :  Ucapan Selamat Hari Santri Nasional Oleh Pemerintah Desa Gegeran

“Kami akan mengajukan tambahan anggaran karena harus menggunakan penginapan, kita di perubahan akan mengajukan tambahan kepada pemerintah daerah kurang lebih sekitar Rp70 juta,” katanya.

Sejumlah lokasi sudah mulai disurvei. Salah satu yang dinilai cukup layak adalah Hotel Remaja, meski keputusan final belum diambil.

“Kita sudah cek lokasi, rencananya kemarin sepertinya yang sedikit representatif itu di Hotel Remaja, tapi itu belum final,” imbuhnya.

Nurbambang mengakui, kebutuhan anggaran Paskibraka memang tidak bisa disamaratakan dengan daerah lain. Tiap daerah memiliki tantangan berbeda.

“Untuk idealnya anggaran Paskibraka saya belum tahu persis, karena kalau mau membandingkan dengan kabupaten kota lain pasti tidak fair, tidak apple to apple karena permasalahannya berbeda,” ungkapnya.

Meski begitu, ia menilai ruang anggaran yang lebih longgar akan membuat pelaksanaan lebih optimal.

“Kita tidak membandingkan, tapi kalau menurut saya alangkah enaknya kalau diberikan kelonggaran ya paling tidak Rp1 miliar,” lanjutnya.

Di sisi lain, tahapan seleksi Paskibraka Pacitan sudah berjalan. Seleksi umum telah rampung dan kini memasuki tahap lanjutan.

“Saat ini untuk seleksi umum sudah selesai, tinggal menuju ke seleksi kesamaptaan sama tes wawasan kebangsaan,” ujarnya.

Dari seleksi awal, tercatat sebanyak 150 peserta lolos untuk mengikuti tahap berikutnya. Proses seleksi sendiri digelar selama dua hari.

Baca juga :  Diguyur Rp29 Miliar, 280 Paket Jalan Lingkungan Segera Digarap Perkimtan Pacitan

“Pelaksanaan kegiatan seleksi kita laksanakan dua hari, dari seleksi awal kita mendapatkan 150 peserta,” katanya.

Dalam proses ini, panitia menegaskan tidak ada toleransi terhadap syarat tinggi badan peserta.

“Karena banyak peserta yang dari ketinggian tidak mencukupi, kami mohon izin tidak ada toleransi untuk tinggi badan,” tegasnya.

Dari seluruh peserta, nantinya akan dipilih 72 orang. Sebanyak 70 orang bertugas di tingkat kabupaten, sementara dua lainnya akan mewakili Pacitan ke tingkat provinsi.

“Nanti akan diambil 72 peserta, 70 untuk petugas kabupaten dan 2 untuk pasukan di provinsi,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, tidak ada perubahan lokasi. Upacara tetap digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan.

“Kalau untuk lokasi upacara tetap di Pendopo, tidak ada perubahan,” ujarnya.

Di akhir, Nurbambang berharap para peserta yang terpilih tidak hanya menjalankan tugas seremonial, tetapi juga memiliki peran lebih besar ke depan.

“Saya berharap pada adik-adik untuk tahun ini memang benar-benar bisa menjadi Paskib yang tidak hanya sekadar mengibarkan bendera, tetapi setelah itu bisa menjadi calon pemimpin di Kabupaten Pacitan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *