PROBOLINGGO-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2026 senilai Rp 2,27 miliar kepada masyarakat Kota Probolinggo.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (8/6/2026) kemarin.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan instansi di lingkungan Pemprov Jatim yang selama ini mendukung pelaksanaan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Menurut Restu, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai program, antara lain bantuan bagi masyarakat miskin ekstrem, Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), zakat produktif, serta sejumlah program bantuan sosial lainnya.
“Hari ini hadir penerima manfaat dari berbagai program bantuan sosial. Seluruh program tersebut dapat terus berjalan berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Probolinggo dan Bank Jatim yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penyaluran bantuan sosial,” kata Restu.
Ia menjelaskan, total bantuan yang disalurkan kepada masyarakat Kota Probolinggo mencapai Rp 2.272.600.000 melalui enam program bantuan sosial yang menyasar berbagai kelompok masyarakat.
Sebanyak 315 penerima manfaat hadir sebagai perwakilan untuk menerima bantuan secara simbolis.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada seluruh penerima manfaat yang hadir.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Timur di tengah padatnya agenda pemerintahan dan luasnya wilayah yang harus mendapat perhatian.
“Semoga kehadiran Ibu Gubernur membawa keberkahan, semangat, dan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Aminuddin juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya Dinas Sosial Jatim, yang selama ini mendukung berbagai program di Kota Probolinggo, mulai dari program Sekolah Rakyat hingga bantuan sosial bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Aminuddin melaporkan bahwa angka kemiskinan di Kota Probolinggo sepanjang 2025 berhasil ditekan sebesar 0,69 persen melalui kolaborasi pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Capaian sebesar 0,69 persen dalam satu tahun menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras. Kami berkomitmen dalam lima tahun ke depan untuk terus menekan angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.
Sementara itu, Khofifah mengatakan penyaluran bansos tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026.
Menurut dia, bantuan yang diberikan memiliki karakteristik berbeda sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“Ada bantuan yang digunakan sebagai modal usaha, ada yang bersifat pemberdayaan, dan ada pula yang bersifat karitatif. Untuk penyandang disabilitas dan lansia kurang mampu di atas 70 tahun, bantuan bersifat karitatif. Sedangkan untuk masyarakat miskin ekstrem melalui zakat produktif, orientasinya adalah pemberdayaan ekonomi,” kata Khofifah usai acara.
Ia berharap program zakat produktif dapat membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memutus ketergantungan terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi.(*)












