Meski Mayoritas Penduduk Pacitan Beragama Islam, Kemenag Klaim Kerukunan Umat Terjaga

  • Bagikan
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Pacitan, Bambang Hadi Suprapto saat ditemui di ruangannya, Jumat (8/8/2025). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Data Kantor Kemenag Pacitan, dari total populasi penduduk, 600.740 orang beragama Islam. Sisanya terdiri dari 719 pemeluk Kristen, 79 Protestan, 3 Hindu, dan 1 Buddha.

Sementara itu, jumlah rumah ibadah umat Islam juga besar, mencapai 1.952 masjid yang tersebar di seluruh kecamatan.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Pacitan, Bambang Hadi Suprapto, mengatakan data ini dihimpun dari Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap wilayah.

“Persebaran pemeluk agama Islam merata di seluruh wilayah Pacitan, sementara agama lain cenderung berada di titik-titik tertentu,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Bambang menjelaskan, pendataan penghayat kepercayaan menjadi kewenangan Kesbangpol. Ketua Pembinaan Aliran Kepercayaan (PAKEM) berada di bawah Kejaksaan.

Baca juga :  Selamat Idul Fitri 1446 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Batin oleh Dinas Pendidikan Pacitan

Menurutnya, banyak penghayat kepercayaan yang di dokumen kependudukan masih tercatat mengikuti agama asal, umumnya Islam.

“Ketika seseorang mengubah identitas KTP menjadi penghayat kepercayaan, urusan administrasi seperti pernikahan dan kematian memerlukan pranata tersendiri. Ini menjadi tantangan bagi penghayat kepercayaan,” jelasnya.

Bambang menegaskan, Kemenag Pacitan tetap memberikan pembinaan dan pelayanan untuk semua umat beragama, bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Di Pacitan, antarumat beragama saling menghormati. Kemenag menjamin hak warga untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan, sekaligus menjaga kerukunan,” tegasnya.

Pacitan dikenal sebagai daerah yang kondusif. Meski mayoritas Muslim, hubungan antarumat beragama berjalan harmonis. Keberadaan gereja, pura, dan rumah ibadah lainnya tetap mendapat perhatian pemerintah.

Baca juga :  Rijalul Ansor Pacitan Luncurkan Buku Dalil Amaliyah Ahlussunnah Wal Jamaah

Kemenag bersama FKUB rutin menggelar dialog lintas agama dan pembinaan toleransi. Tujuannya, menjaga generasi muda agar memiliki sikap saling menghargai di tengah derasnya arus informasi.

“Kerukunan harus dijaga bersama, tidak hanya pemerintah tapi seluruh masyarakat,” pungkas Bambang. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *