Resmikan Pesona Sumberejo Pacitan, Wamendes Dorong Desa Jadi Pusat Edukasi Lingkungan dan Supplier Ekonomi Mandiri

  • Bagikan
Wakil Menteri Desa RI, Ahmad Riza Patria saat meresmikan BUMDes Pesona Sumberejo di Pantai Congot Ndaki, Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Pacitan, Minggu (30/11/2025). (Foto: BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN–Wakil Menteri Desa Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria, meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pesona Sumberejo sebagai pusat edukasi lingkungan, destinasi wisata baru, sekaligus kawasan pertanian terpadu di Pantai Congot Ndaki, Desa Sumberejo, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, Minggu (30/11/2025).

Kedatangan orang nomor dua di Kementerian Desa itu disambut antusias ratusan warga. Sejumlah pelajar dan seniman desa menampilkan tarian tradisional sebagai bentuk penghormatan atas kehadiran pemerintah pusat di wilayah pesisir selatan tersebut.

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Sumberejo yang selama ini berjuang membangun kemandirian desa berbasis lingkungan.

Dalam sambutannya, Ahmad Riza Patria memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Sumberejo bersama BUMDes Sumber Makmur Abadi. Menurutnya, konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan sektor wisata dan pertanian merupakan langkah visioner yang patut dicontoh desa-desa lain di Indonesia.

“Ini desanya bagus, sampah diolah, wisata digarap, greenhouse dibangun,” ujar Riza di hadapan warga.

Ia menegaskan bahwa kunci utama kemajuan desa tidak hanya terletak pada kekayaan sumber daya alam, melainkan juga pada kualitas sumber daya manusianya. Tanpa SDM yang unggul, potensi desa hanya akan menjadi wacana.

“Dengan kecerdasan, SDA di desa akan terkelola dengan baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Riza mendorong agar desa-desa di Indonesia ke depan mampu mandiri secara ekonomi, tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah. Ia bahkan berharap desa bisa menjadi pemasok kebutuhan program nasional, khususnya di sektor pangan dan ekonomi produktif.

“Nanti ke depan saya harapkan desa adalah supplier MBG. Desa harus bisa menuntaskan kebutuhannya sendiri,” tambahnya.

Menurut dia, kemajuan desa pada dasarnya sangat ditentukan oleh kemauan masyarakatnya untuk berubah, berinovasi, dan menciptakan terobosan. Pemerintah pusat, lanjutnya, hanya berperan sebagai fasilitator dan penguat ekosistem pembangunan desa.

Baca juga :  Pejabat BPK Jadi Tersangka Suap Proyek Jalur Kereta, KPK Masih Dalami Kasus

Berawal dari Masalah Sampah, Tumbuh Jadi Kawasan Edukasi dan Wisata

Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo, Agung Tresno Kuncoro, mengungkapkan bahwa lahirnya Pesona Sumberejo berawal dari kegelisahan pemerintah desa terhadap persoalan sampah yang kian meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi warga.

Alih-alih memandang sampah sebagai beban, pemerintah desa justru menjadikannya sebagai peluang pengembangan ekonomi berbasis lingkungan.

“Kami menghadirkan program yang meliputi tiga pilar, yakni pengelolaan sampah, objek wisata, dan green house,” jelas Agung.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut dirancang saling terintegrasi. Sampah yang dikelola melalui TPS3R diolah menjadi produk bernilai ekonomi, kawasan wisata dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan, sementara greenhouse menjadi pusat pertanian modern yang menopang kebutuhan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Agung berharap, dengan diresmikannya Pesona Sumberejo oleh Wakil Menteri Desa, perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap desa mereka semakin besar, khususnya dalam penguatan sarana dan prasarana penunjang.

“Harapannya karena hadirnya panjenengan, kami berharap ada uluran tangan untuk pengembangan Pesona Sumberejo,” ujarnya.

Ia menyebut, pengembangan infrastruktur, promosi wisata, serta peningkatan kapasitas pengelola BUMDes menjadi kebutuhan mendesak agar manfaat ekonomi benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Desa Sumberejo.

BUMDes Kelola Beragam Unit Usaha Produktif

Direktur BUMDes Sumber Makmur Abadi, Wawan Prasetyo, menambahkan bahwa saat ini unit usaha yang dikelola BUMDes tidak hanya terbatas pada sektor wisata dan pengelolaan sampah. BUMDes juga merambah ke sejumlah bidang usaha lain yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca juga :  Camat Tulakan Pacitan Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Longsor

“Kami juga mengelola usaha percetakan, brilink, UMKM, greenhouse, serta TPS3R,” paparnya.

Wawan menyebut, pengembangan usaha ini tidak lepas dari kerja sama dengan berbagai mitra strategis. Di antaranya dengan PT PLN Nusantara Power dalam bidang energi dan lingkungan, serta perbankan melalui BRI untuk mendukung akses permodalan dan layanan keuangan masyarakat desa.

Kerja sama tersebut, kata dia, sangat membantu keberlanjutan operasional BUMDes sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk-produk lokal yang dihasilkan warga.

Namun demikian, Wawan tidak menutup mata terhadap berbagai kendala yang masih dihadapi, terutama soal infrastruktur akses menuju kawasan wisata Pantai Congot Ndaki. Ia menilai, kondisi jalan yang belum memadai menjadi salah satu penghambat utama berkembangnya sektor pariwisata di Desa Sumberejo.

“Kami harapkan pemerintah pusat dapat meng-support pembangunan akses jalan ke Pantai Congot Ndaki agar jadi lebih baik,” tutupnya.

Dorong Desa Mandiri dan Berdaya Saing

Peresmian Pesona Sumberejo ini dinilai sebagai salah satu contoh konkret implementasi pembangunan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Integrasi antara pengelolaan lingkungan, sektor wisata, dan pertanian dinilai sejalan dengan arah kebijakan pembangunan desa yang dicanangkan pemerintah.

Dengan pengelolaan yang profesional melalui BUMDes, Pesona Sumberejo diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata baru di wilayah Kecamatan Sudimoro, tetapi juga mampu menjadi pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat luas.

Ke depan, masyarakat berharap kawasan ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Dengan demikian, Desa Sumberejo benar-benar dapat menjadi desa mandiri yang tidak hanya mengandalkan dana transfer pemerintah, tetapi bertumpu pada kekuatan sendiri. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *