BeritaIDN, MALANG-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengarahkan kebijakan pendidikan tahun 2026 pada penguatan karakter peserta didik dan peningkatan mutu layanan pendidikan.
Arah kebijakan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan revitalisasi sekolah di Malang Raya, Jumat, 2 Januari 2026.
Khofifah mengatakan kebijakan pendidikan Jawa Timur sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kebijakan tersebut juga selaras dengan visi Nawa Bhakti Satya yang diterjemahkan melalui program Jatim Cerdas.
“Memasuki awal tahun 2026, pendidikan Jawa Timur diarahkan semakin berkarakter dan berdampak nyata bagi masa depan generasi,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, pembangunan fisik sekolah tidak boleh berdiri sendiri tanpa diikuti peningkatan kualitas kurikulum, tenaga pendidik, serta layanan pendidikan secara menyeluruh. Menurut Khofifah, seluruh fasilitas sekolah harus mendukung proses belajar mengajar.
“Ruang kelas sampai kamar mandi sekolah harus memberikan layanan yang baik,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai penguatan karakter peserta didik menjadi kunci lahirnya pemimpin masa depan yang berintegritas.
“Pemimpin berkarakter terlahir dari bumi Majapahit,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut revitalisasi sarana dan prasarana sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan agar lebih berdampak.
“Ini adalah lompatan transformasi pendidikan Jawa Timur melalui renovasi dan revitalisasi sarana prasarana,” ujar Aries.
Aries menambahkan, meski terdapat kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap berkomitmen melanjutkan program perbaikan sekolah pada 2026.
Komitmen tersebut dilakukan karena masih banyak sekolah yang membutuhkan perbaikan ruang kelas, fasilitas laboratorium, serta alat praktik, baik untuk pendidikan vokasi maupun akademik.(*)












