BeritaIDN, PACITAN–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan mencatat serapan pupuk subsidi tahun 2025 nyaris maksimal. Serapan urea mencapai 95 persen, sedangkan NPK menembus 99 persen. Sementara itu, kuota pupuk subsidi tahun 2026 dipastikan siap disalurkan ke petani.
Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan tingginya serapan menunjukkan distribusi pupuk berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Untuk 2025, serapan pupuk urea sekitar 95 persen dan NPK sekitar 99 persen,” kata Sugeng, Senin (5/1/2026).
Menurut Sugeng, sisa kuota yang tidak terserap bukan disebabkan masalah teknis atau distribusi, melainkan faktor data petani.
“Bukan karena distribusi. Ada petani yang tidak menebus pupuk, ada yang pindah alamat, bahkan ada yang sudah meninggal,” ujarnya.
Memasuki 2026, DKPP mencatat adanya kenaikan kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Pacitan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kuota pupuk subsidi tahun 2026 ini naik kurang lebih 2.000 ton dibanding 2025,” ungkapnya.
Adapun rincian alokasi pupuk subsidi yang diterima Pacitan tahun ini terdiri atas 15.865 ton pupuk urea dan 14.242 ton pupuk NPK.
Sugeng memastikan seluruh pupuk tersebut sudah tersedia dan siap disalurkan melalui kios resmi.
“Insyaallah hari ini sudah ready di masing-masing kios,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak mengelola anggaran pupuk subsidi dalam bentuk dana. DKPP hanya menerima barang subsidi untuk kemudian disalurkan sesuai data e-RDKK.
“Kita tidak menerima anggaran, tapi barang. Tugas kami administrasi dan pengusulan lewat e-RDKK,” jelasnya.
Sistem distribusi pupuk di Pacitan ditopang sekitar 2.000 kelompok tani yang tersebar hampir di seluruh dusun.
“Rata-rata satu dusun ada satu kelompok tani,” ujar Sugeng.
Sementara dari sisi distribusi, pupuk disalurkan melalui enam distributor resmi dengan jaringan kios di tiap kecamatan.
“Di tiap kecamatan rata-rata ada empat sampai lima kios. Kios harus terdaftar dan bermitra dengan distributor,” pungkasnya. (*)












