72 SMP di Pacitan Siap Integrasi dengan Madin, Launching Pertengahan Januari

  • Bagikan
Kepala Dindik Pacitan, Khemal Pandu Pratikna saat memimpin desk persiapan integrasi Madin-SMP. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Sebanyak 72 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pacitan menyatakan siap menjalankan program integrasi SMP–Madrasah Diniyah (Madin) yang segera memasuki tahap pelaksanaan dan direncanakan dilaunching pertengahan Januari.

Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Pandu Surya Pratikna, mengatakan kesiapan tersebut merupakan hasil desk evaluasi yang melibatkan seluruh SMP, FKDT, pimpinan Madin, serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Setiap SMP kami undang ke dinas untuk dievaluasi satu per satu. Mulai dari kesiapan sekolah, pembagian jadwal, jumlah ustadz-ustadzah, hingga Madin yang akan diajak bekerja sama,” kata Pandu, Kamis (8/1/2025).

Menurut Pandu, pengaturan jam pembelajaran dalam program integrasi ini bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Jamnya ada penyesuaian. Kami serahkan kepada sekolah untuk dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.

Baca juga :  Disparbudpora Pacitan Ingatkan UMKM dan Pelaku Wisata Tak Aji Mumpung Naikkan Harga

Pelaksanaan program dilakukan dengan menggandeng Madin terdekat dari sekolah. Dari Madin tersebut akan ditunjuk ustadz dan ustadzah sebagai pengajar. Jika masih kurang, FKDT akan membantu menyediakan tenaga pendidik tambahan.

“Bisa dari ustadz, ustadzah, bahkan kiai kampung di sekitar sekolah,” tambah Pandu.

Usai desk evaluasi, Dinas Pendidikan Pacitan juga akan menggelar pertemuan lanjutan yang melibatkan kepala sekolah, pimpinan Madin, Ketua FKDT, serta dinas terkait seperti Dinas KB, Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, hingga kepolisian, untuk memotret kondisi pergaulan anak saat ini.

Pandu menyebut dukungan pondok pesantren dan Madin sangat kuat terhadap program tersebut.

“Alhamdulillah, dukungan dari para pengasuh pondok pesantren luar biasa. Sampai hari ini, 72 SMP sudah siap menjalankan integrasi Madin,” ungkapnya.

Baca juga :  Dindik Pacitan Tegaskan Komite Sekolah Tidak Boleh Lakukan Pungutan

Program ini direncanakan dilaunching serentak di Pendopo Kabupaten Pacitan, sambil menunggu arahan dari Bupati Pacitan.

“Insyaallah pertengahan Januari ini, sambil menunggu arahan Pak Bupati,” katanya.

Dukungan juga datang dari sekolah. Hermawan, perwakilan SMPN 1 Tegalombo, menilai program ini sebagai langkah strategis dalam penguatan karakter siswa.

“Program ini sangat bagus. Kami mendukung penuh. Harapannya anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga kuat dalam agama dan berperilaku baik,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Siti Khuruta, perwakilan Madin Darul Ulum Wustho Kasihan Tegalombo.

“Kami mengapresiasi program ini. Meski ada tantangan administrasi, kami berharap integrasi ini mampu mencetak generasi yang saleh dan berakhlak di tengah kemajuan teknologi,” tuturnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *