BeritaIDN, PACITAN – Keterbatasan armada dan minimnya anggaran membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan kewalahan menangani persoalan sampah. Saat ini, layanan pengangkutan belum mampu menjangkau seluruh wilayah, sementara volume sampah terus bertambah setiap hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Pacitan, Yoni Kristanto, mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan operasional masih jauh dari ideal.
“Arm roll truck ada empat, dump truk dua, dan Viar sekitar 13 atau 14 unit,” kata Yoni, Senin (26/1/2026).
Dengan jumlah tersebut, DLH hanya mampu melayani wilayah perkotaan dan sekitar enam pasar daerah. Seluruh sampah yang dikumpulkan kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Wilayah kita cuma kota dan sekitar enam pasar daerah yang kita angkut,” ujarnya.
Setiap hari, tim DLH harus menangani sekitar 30 ton sampah, baik dari pasar maupun rumah tangga.
“Kalau digabung, kurang lebih 30 ton per hari,” kata Yoni.
Selain armada, keterbatasan juga terjadi pada sumber daya manusia. Menurutnya, jumlah petugas kebersihan belum sebanding dengan beban kerja di lapangan.
“Sumber daya kita kurang, baik sarana, prasarana, maupun manusianya,” ungkapnya.
Dari sisi anggaran, pengelolaan sampah tahun 2026 hanya mendapat alokasi sekitar Rp900 juta. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk bahan bakar kendaraan operasional.
“Anggaran tahun ini 900 jutaan, mayoritas untuk BBM,” jelasnya.
Padahal, menurut Yoni, anggaran ideal berada di kisaran Rp2 miliar, seperti pada tahun 2025 lalu, yang digunakan untuk honor petugas kebersihan dan kebutuhan operasional.
“Kalau ideal sekitar 2 miliar seperti tahun kemarin,” ujarnya.
Pada 2026, honor petugas kebersihan tidak lagi masuk dalam anggaran persampahan karena telah dialihkan ke sekretariat.
“Sekarang honor masuk ke sekretariat karena sudah PPPK paruh waktu,” terangnya.
Menghadapi keterbatasan tersebut, DLH berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mengelola sampah, terutama dari tingkat rumah tangga.
“Harapan kami masyarakat ikut bersama kami, mengelola sampah dari rumah masing-masing,” pungkas Yoni. (*)












