Samakan Persepsi Data hingga Desa, Dinsos Pacitan Gelar Sosialisasi dan Bimtek DTSEN

  • Bagikan
Kepala Dinas Sosial Pacitan, Heri Setijono, saat memberikan penjelasan dalam kegiatan sosialisasi dan bimtek DTSEN di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (29/1/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Dinas Sosial Kabupaten Pacitan menggelar kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis, (29/1/2026).

Kepala Dinas Sosial Pacitan, Heri Setijono, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mengakuratkan DTSEN yang ada agar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, Dinas Sosial bukan sebagai pemilik data, melainkan sebagai pengguna data dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.

“Sebenarnya Dinsos ini bukan pemilik data, kita ini user. Kami menggunakan data DTSEN, cuma kondisinya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, akhirnya kami mengambil ide kegiatan ini,” kata Heri.

Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan bimtek ini melibatkan operator dari seluruh desa di Pacitan. Total ada 172 desa yang mengirimkan operator untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kebetulan antara kami dengan BPS sudah ada kerja sama dan sistemnya sudah nyambung. Operator ini dari desa masing-masing, total ada 172 desa,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Sosial Pacitan juga menghadirkan pemateri langsung dari Kementerian Sosial RI.

Baca juga :  Kapolres Pacitan Kunjungi dan Bantu Remaja Penderita Stroke, Kades Nglaran: Terimakasih
Ratusan operator SIKS-NG sedang menerima materi sosialisasi dan bimbingan teknis pengelolaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang digelar Dinas Sosial Kabupaten Pacitan di Pendopo Kabupaten Pacitan, Kamis (29/1/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

Pemateri berasal dari Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos yang memberikan penjelasan teknis terkait pengelolaan dan pemutakhiran DTSEN.

“Kita mendatangkan pemateri langsung dari Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos. Output-nya nanti ada aksi di lapangan terkait updating data,” ujar Heri.

Melalui sosialisasi dan bimtek ini, Heri berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari OPD terkait, camat, pemerintah desa, hingga operator, memiliki pemahaman yang sama terkait DTSEN.

“Harapannya dengan sosialisasi dan bimtek ini, pemahaman para pemangku kepentingan bisa sama. Ke depan kita punya kesamaan langkah dalam menyikapi dinamika yang ada di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan, persoalan ketidaktepatan data sosial ekonomi merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setelah kegiatan ini, akan ada tindak lanjut berupa pelatihan teknis dan pembaruan data secara berkelanjutan.

“Terkait ketidaktepatan data tentu ini menjadi tanggung jawab bersama. Yang penting nanti ada aksi di lapangan. Setelah ini operator akan kita latih langsung dan ada pembaruan secara terus menerus sesuai perubahan kondisi di lapangan,” jelas Heri.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polres Pacitan ini Bantu Janda yang Lanjut Usia

Heri juga menyampaikan bahwa setelah materi umum, para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) (SIKS-NG) akan mendapatkan pelatihan khusus yang dipandu langsung oleh tim dari Kementerian Sosial.

“Operator SIKS-NG desa ini akan kita refresh dan kita latih khusus, nanti dipandu langsung oleh tim dari Kemensos,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui peran aktif operator desa, kondisi sosial ekonomi masyarakat di masing-masing desa dapat dipotret secara lebih akurat. Jika ditemukan warga pada desil 1 sampai 5 yang belum menerima bantuan sosial, maka dapat segera diusulkan.

“Harapannya nanti di masing-masing desa bisa dipotret kondisinya. Kalau ada yang di desil 1 sampai 5 belum dapat bansos ya diusulkan, dan kalau ada posisi desil yang kurang tepat maka dicek dan diverifikasi lagi,” tegasnya.

Selain itu, Heri juga mengimbau para operator SIKS-NG untuk melayani masyarakat dengan sabar serta terbuka terhadap berbagai masukan dari warga.

“Kita menghimbau operator SIKS-NG untuk memotret kondisi di lapangan dan melayani masyarakat dengan sabar, serta menerima semua masukan masyarakat,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *