BeritaIDN, PACITAN – Kondisi Jalan Sultan Agung di Desa Mentoro, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Jalan berlubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu saat kering dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
Pantauan BeritaIDN.id di lokasi, permukaan jalan tampak tidak rata dengan sejumlah lubang yang tergenang air. Saat hujan turun, badan jalan berubah menjadi lumpur. Sebaliknya, saat cuaca panas, debu beterbangan dan mengganggu jarak pandang.
Sutrisno (54), warga Desa Kayen, mengatakan kerusakan jalan semakin terasa saat hujan deras. Menurutnya, saluran pembuangan air kerap tersumbat material tanah dan pasir.
“Kemarin waktu hujan sampai banjir. Pembuangannya ketutup material,” kata Sutrisno, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, tanah dari sekitar jalan ikut terbawa aliran air dan menutup permukaan aspal. Akibatnya, jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
“Kalau musim hujan, tanahnya ikut ngikut. Kasihan yang lewat, sering ada yang jatuh,” tambahnya.
Sutrisno berharap ada penanganan sederhana seperti pembersihan saluran air dan material di jalan agar kerusakan tidak semakin parah.
“Yang penting dibersihkan dulu, supaya jalannya tidak makin rusak,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ahmad (27), pengguna jalan asal Kebonagung. Ia mengaku hampir setiap hari melintasi jalur tersebut untuk berangkat bekerja.
Menurutnya, kondisi jalan sangat berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Ponakan saya pernah jatuh di sini karena licin. Kalau hujan, lubangnya ketutup air,” kata Ahmad.
Ia menilai, tanpa perbaikan drainase dan permukaan jalan, risiko kecelakaan akan terus mengintai pengguna jalan.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma motor, mobil juga bisa rusak. Harus ada perhatian biar tidak ada korban lagi,” pungkasnya. (*)












