BeritaIDN, PACITAN – Hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di Pacitan terpantau berada pada posisi minus 1 derajat saat matahari terbenam, Selasa (17/2/2026).
Dengan posisi tersebut, Tim Badan Rukyatul Hilal (BHR) Kementerian Agama Kabupaten Pacitan memastikan puasa dimulai Kamis, setelah bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.
Pemantauan dilakukan di kawasan Pantai Srau. Ketua Tim BHR Kemenag Pacitan, Luluk Usman, mengatakan hasil hisab menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk.
“Posisi hilal ketika matahari tenggelam itu minus 1 derajat sekian. Artinya masih di bawah ufuk,” ujarnya.
Dalam kondisi itu, hilal dipastikan tidak mungkin terlihat secara rukyat. Secara astronomis, angka minus menandakan bulan belum berada di atas garis cakrawala saat matahari terbenam.
“Karena masih minus, maka tidak mungkin wujud hilal bisa dilihat hari ini,” jelas Luluk.
Ia menambahkan, ketentuan syariat sudah jelas. Jika hilal tidak terlihat, maka bulan berjalan disempurnakan menjadi 30 hari.
“Sesuai hadis Nabi, ketika hilal tidak terlihat maka bulan Syaban digenapkan 30 hari. Jadi puasa dimulai hari Kamis,” tegasnya.
Pemantauan hilal ini merupakan agenda rutin tim BHR Kemenag Pacitan setiap menjelang Ramadan, sebagai bagian dari proses penentuan awal bulan hijriah. (*)












