Museum Song Terus Pacitan Jadi Pilihan Wisata Edukasi yang Layak Dicoba saat Lebaran 2026

  • Bagikan
Bangunan Museum Song Terus di Desa Wareng, Punung, Pacitan, yang menyajikan koleksi peninggalan manusia prasejarah dan menjadi alternatif wisata edukasi saat libur Lebaran. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Libur Lebaran 2026 tak melulu soal pantai. Di Pacitan, ada satu destinasi yang mulai dilirik wisatawan keluarga bernama Museum Song Terus. Tempat ini menawarkan kombinasi rekreasi sekaligus edukasi sejarah prasejarah yang jarang ditemui di lokasi lain.

Berada di Desa Wareng, Kecamatan Punung, museum ini berdiri di kawasan perbukitan karst Gunung Sewu. Akses menuju lokasi pun terbilang mudah dan aman dilalui, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Yang membuatnya menarik, Museum Song Terus tidak sekadar tempat pajangan benda lama. Di dalamnya, pengunjung diajak menelusuri jejak panjang kehidupan manusia mulai dari zaman prasejarah hingga perkembangan lingkungan dan budaya di kawasan tersebut.

Pacitan sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan situs prasejarah cukup besar. Kehadiran museum ini menjadi pintu masuk yang lebih ramah bagi masyarakat untuk memahami sejarah tersebut tanpa harus langsung ke lokasi situs yang lebih kompleks.

Baca juga :  E-Koran Edisi 2 November 2025, Camat Kebonagung Dorong Pantai Pangasan Jadi Ikon Wisata Mendunia

Museum ini mulai dibangun pada 2016 dan resmi dibuka untuk umum pada Oktober 2022. Desain bangunannya modern dengan sentuhan futuristik, cukup kontras dengan lanskap alam di sekitarnya, justru itu yang jadi daya tarik.

Di dalam, koleksi yang ditampilkan cukup beragam. Mulai dari alat-alat batu, batuan purba, hingga fosil penting seperti kerangka manusia, flora, dan fauna yang ditemukan di kawasan Song Terus.

Tak hanya melihat-lihat, pengunjung juga bisa memanfaatkan fasilitas edukatif. Ada layanan pemandu, pemutaran video dokumenter, hingga penjelasan langsung tentang kehidupan manusia purba yang pernah mendiami Pacitan ribuan tahun lalu. Cocok untuk anak-anak maupun orang tua yang ingin wisata sambil belajar.

Baca juga :  Utamakan Kolaborasi Melalui Table Top di Cirebon, Disparbudpora Pacitan Berhasil Dealkan 2.500 Paket Wisata di 2025

Lokasinya juga strategis. Museum ini berada satu kawasan dengan Situs Prasejarah Song Terus dan tak jauh dari Goa Tabuhan, yang sudah lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Pacitan.

Dari pusat kota, jaraknya sekitar 22 kilometer. Waktu tempuhnya kurang lebih 37 menit menggunakan sepeda motor, atau sekitar 40 menit dengan mobil.

Menariknya lagi, di sekitar kawasan museum sudah tersedia pusat oleh-oleh. Pengunjung bisa sekalian berburu produk khas Pacitan, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Untuk jam operasional, museum buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.30 WIB sampai 15.00 WIB. Sementara hari Senin dan hari besar keagamaan tutup.

Soal tiket, harganya relatif ramah di kantong. Cukup Rp15 ribu per orang, sudah bisa menikmati wisata edukasi yang lengkap. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *