Jalan Berlubang di Semanten Pacitan Bikin Celaka, Warga Urunan Tambal Sendiri

  • Bagikan
Warga Desa Semanten melakukan penambalan jalan berlubang secara swadaya usai serangkaian kecelakaan yang terjadi di lokasi tersebut, Sabtu pagi (25/4/2026). (Foto: M Sarifuddin For BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Jalan berlubang di Desa Semanten, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, kembali memakan korban.

Seorang siswa mengalami kecelakaan hingga luka serius di kepala dan harus dirujuk ke rumah sakit di Solo, Sabtu (25/4/2026).

Insiden ini memantik reaksi cepat warga sore hingga malam harinya, mereka turun tangan menambal jalan secara swadaya.

Kecelakaan itu terjadi di ruas jalan kabupaten yang selama ini dikenal rusak parah dan dipenuhi lubang. Warga menyebut, kejadian serupa sudah berulang, namun belum ada penanganan berarti.

Penasehat RT 03 RW 03 Dusun Krajan 3, Nasrudin, menceritakan kejadian pagi itu. Menurutnya, korban terjatuh saat melintas dan menghantam aspal.

“Tadi pagi (Sabtu, 25/4/2026) tepatnya di sebelah barat ada kejadian anak jatuh akibat lubang saat mengendarai sepeda motor, kepalanya terbentur ke aspal sampai bocor dan sekarang dirujuk ke Solo,” ujarnya.

Peristiwa itu seperti menjadi puncak kekhawatiran warga. Jalan yang rusak tak lagi sekadar dikeluhkan, tapi sudah nyata menimbulkan korban.

Tak menunggu lama, warga langsung bergerak. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, mereka bergotong royong menutup lubang-lubang jalan dengan semen.

“Ini bentuk kepedulian dan keprihatinan masyarakat yang mendalam jangan sampai terjadi ke sekian kalinya sehingga mulai dari tadi sore kita lanjutkan malam ini bisa tuntas selesai melaksanakan pengurukan lubang dengan semen,” kata Nasrudin.

Sekitar 50 warga terlibat dalam aksi tersebut. Material pun berasal dari urunan pribadi.

Baca juga :  Kabupaten Pacitan Terancam Tanah Gerak

“Ini anggaran dari pribadi-pribadi kesadaran dari masyarakat sini siapa yang peduli, ada yang sumbangsih semen hingga tenaga ini ada sekitar 50-an orang,” jelasnya.

Bagi warga, aksi ini bukan sekadar gotong royong. Ada pesan yang ingin disampaikan ke pemerintah daerah.

“Ini protes kami secara santun dan bijaksana semoga bisa membuka hati pemangku stakeholder Kabupaten Pacitan ini untuk bisa memperhatikan, karena jalan ini ramai betul menuju ke pasar hewan ini,” tegas Nasrudin.

Ia menambahkan, jalan tersebut sudah lama tak tersentuh perbaikan.

“Jalan ini sudah sekitar 11 tahunan dan dari pemerintah daerah tidak ada apa-apa,” ungkapnya.

Jalan Kabupaten, Desa Sudah Berkali-kali Bersurat

Kepala Desa Semanten, M. Sarifuddin, membenarkan kondisi jalan yang rusak menjadi pemicu kecelakaan. Ia menyebut ruas tersebut merupakan jalan kabupaten poros Semanten–Ponggok.

“Terkait kecelakaan kejadian tadi pagi di Jl Arif Rahman Hakim atau jalan kabupaten poros Desa Semanten–Ponggok disebabkan jalan yang sudah banyak berlubang (rusak),” terangnya.

Menurutnya, meski faktor kelalaian pengendara bisa saja terjadi, kondisi jalan tetap menjadi penyebab utama yang tak bisa diabaikan.

“Kecelakaan tersebut mungkin karena kelalaian pengendara atau nasib seseorang karena sebab itu dan pasca kejadian tersebut langsung ada respon masyarakat yang dipelopori Pak RT dan Pak Kasun dan tokoh masyarakat Pak Nasrudin bergegas untuk bakti sosial perbaikan seadanya secara swadaya urunan masyarakat serta pemuda yaitu semenisasi pada lubang-lubang jalan kabupaten yang membahayakan itu,” jelasnya.

Baca juga :  Pengumuman, Keputusan KPU Pacitan Nomor 5 Tahun 2025, Tentang Penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024

Sarifuddin mengungkapkan, pihak desa sebenarnya sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke pemerintah kabupaten.

“Sebenarnya kami pemerintah desa berkali-kali bersurat kepada Bupati Cq. Kadis PUPR serta berkoordinasi terkait dengan perbaikan atau pemeliharaan jalan kabupaten dan poros desa apalagi kata masyarakat jalan ini menuju ke pasar hewan,” katanya.

Perbaikan Darurat Tak Akan Bertahan Lama

Aksi swadaya warga, kata dia, bukan yang pertama. Sebelumnya, langkah serupa juga dilakukan di dusun lain.

“Swadaya masyarakat sudah kita laksanakan dua kali ini, Dusun Duwetan dan Dusun Durenan, swadaya besar di Dusun Duwetan sampai buka donasi dua desa Semanten–Ponggok,” imbuhnya.

Namun, ia menegaskan perbaikan darurat seperti ini tidak bisa diandalkan dalam jangka panjang.

“Karena sudah dianggap kerusakannya parah sampai di wilayah Pucang Sewu, dan daya tahan swadaya semenisasi masyarakat juga tidak terlalu kuat atau awet, yang sifatnya darurat saja,” tandasnya.

Sarifuddin berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam.

“Menurut kami dan masyarakat, dinas terkait segera melakukan estetika perbaikan atau mungkin hotmix sekalian,” ujarnya.

Warga pun berharap, setelah korban kembali berjatuhan, jalan penghubung menuju pasar hewan itu tak lagi diabaikan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *