BeritaIDN, PACITAN-Pantai Pancer Door di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, menjadi salah satu pilihan anak muda untuk menghabiskan akhir pekan. Menjelang sore, terutama selepas asar, pengunjung mulai memadati kawasan Pancer Wetan, salah satu sudut menarik di sisi timur pantai tersebut.
Bagi sebagian pengunjung, datang ke pantai bukan sekadar menikmati pemandangan laut. Tempat ini juga menjadi ruang untuk melepas penat setelah sepekan beraktivitas.
Riko Andi Prastiawan, pengunjung asal Kecamatan Arjosari, mengaku kerap menghabiskan waktu di Pancer Wetan bersama teman-temannya. Mereka datang untuk bersantai sekaligus menikmati suasana pantai.
“Saya dan teman-teman sering ke sini kalau akhir pekan. Biasanya kalau sedang penat setelah bekerja,” kata Riko, Sabtu (25/10/2026) sore.
Daya tarik Pancer Wetan terletak pada suasana pantainya. Debur ombak dan embusan angin laut menjadi teman bersantai, terlebih saat dinikmati bersama secangkir kopi hitam atau aneka kuliner yang tersedia di sekitar lokasi.
Menjelang senja, suasana kian menarik. Pengunjung kerap mengabadikan pemandangan matahari yang perlahan tenggelam di cakrawala menggunakan kamera ponsel.
“Syahdu juga. Kalau sore semakin ramai. Tempatnya bagus kalau tidak hujan. Tambah asyik sambil minum kopi atau menikmati kuliner, apalagi menjelang senja saat matahari hampir terbenam,” ujar Riko.
Namun, di balik daya tarik tersebut, Riko menyayangkan kondisi akses jalan menuju kawasan Pancer Wetan yang belum memadai. Jalan yang masih berupa tanah bercampur batu itu menjadi becek ketika hujan turun.
Menurut dia, perbaikan akses jalan diperlukan agar pengunjung lebih nyaman saat menuju lokasi wisata tersebut.
Sebagai informasi, tiket masuk Pantai Pancer Door dipatok Rp 5.000 per orang. Meski belum seramai sejumlah destinasi wisata lain di Pacitan, Pancer Wetan tetap menjadi alternatif bagi anak muda untuk berkumpul, menikmati kopi, dan melepas penat pada akhir pekan.(*)












