Megah dan Penuh Cerita, Warga Terpukau Keindahan Museum dan Galeri SBY-ANI Pacitan

  • Bagikan
Beberapa lukisan dan foto ikonik di dalam museum dan Galeri SBY ANI (Foto: istimewa)

BeritaIDN, PACITAN- Bangunan megah dengan pilar-pilar tinggi menyambut pengunjung Museum dan Galeri SBY-ANI di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Berdiri di tepi Jalur Lintas Selatan (JLS), kompleks ini menawarkan perpaduan arsitektur monumental, perjalanan sejarah kepresidenan, dan karya seni dalam satu destinasi wisata edukasi.

Keindahan museum tidak hanya terlihat dari tampilan bangunannya. Bagian dalamnya menyimpan kisah panjang perjalanan hidup Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia, mulai dari masa kecil di Pacitan, perjalanan karier militer, hingga kiprahnya memimpin Indonesia selama dua periode.

Bagi pengunjung bernama Siti Naharin, daya tarik museum ini terletak pada kemampuannya memadukan keindahan bangunan dengan nilai sejarah yang dapat dipelajari oleh masyarakat.

“Bangunannya megah dan terlihat istimewa. Begitu masuk, kita tidak hanya menikmati keindahan tempatnya, tetapi juga bisa mengenal perjalanan sejarah seorang tokoh bangsa. Menurut saya, ini pengalaman wisata yang menarik sekaligus menambah pengetahuan,” ujar Siti Naharin.

Menurut dia, museum semacam ini memiliki daya tarik tersendiri karena pengunjung dapat menikmati suasana yang tertata sekaligus melihat berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah dan seni.

“Yang menarik, setiap bagian memiliki cerita. Kita bisa melihat perjalanan hidup Pak SBY, mengenal sosok Ibu Ani Yudhoyono melalui galeri seni, sekaligus menikmati berbagai karya yang dipamerkan. Tempat seperti ini cocok untuk wisata keluarga maupun pelajar,” katanya.

Baca juga :  Ogah Bebani Guru, Dindik Pacitan Sulap Program Adiwiyata Masuk Kurikulum SMP

Arsitektur Megah, Sejarah dalam Satu Ruang

Museum dan Galeri SBY-ANI berada di kawasan Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan. Kompleks ini diresmikan pada 17 Agustus 2023 dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menonjol di Kota 1001 Gua.

Dari luar, bangunan berwarna putih dengan pilar-pilar besar menghadirkan kesan megah. Desainnya mengingatkan pada bangunan monumental bergaya klasik, menjadikannya salah satu penanda visual yang mudah dikenali di sepanjang JLS Pacitan.

Di dalam museum, pengunjung diajak menyusuri perjalanan hidup SBY melalui dokumentasi, foto, diorama, dan sejumlah replika yang menggambarkan fase kehidupannya. Kisah masa kecil di Pacitan menjadi bagian penting dari narasi sebelum perjalanan berlanjut menuju karier militer, politik, hingga masa kepresidenan.

Sementara itu, Galeri Ani Yudhoyono menghadirkan sisi berbeda melalui karya fotografi dan koleksi seni yang berkaitan dengan mendiang Ani Yudhoyono. Galeri ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal minatnya terhadap fotografi serta warisan seni yang ditinggalkannya.

Perpaduan antara museum sejarah dan galeri seni membuat destinasi ini memiliki karakter yang berbeda dari tempat wisata biasa. Pengunjung tidak hanya datang untuk melihat bangunan, tetapi juga memperoleh gambaran tentang perjalanan kehidupan, pengabdian, dan karya.

Destinasi Edukasi dan Wisata Kebanggaan Pacitan

Baca juga :  Pantai Soge, Destinasi Cantik di Tepi Jalur Lintas Selatan Pacitan

Keberadaan Museum dan Galeri SBY-ANI memperkaya pilihan wisata di Pacitan. Selama ini, daerah tersebut dikenal melalui pantai, gua, dan bentang alam karst. Museum ini menawarkan pengalaman lain bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah dan seni.

Lokasinya yang berada di tepi JLS juga membuat museum mudah dikenali oleh pelintas jalur selatan. Bangunannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata edukasi sekaligus mengabadikan momen di kawasan tersebut.

Bagi Siti Naharin, potensi museum akan semakin besar apabila terus diperkenalkan kepada generasi muda. Kunjungan ke museum, menurutnya, dapat menjadi cara menyenangkan untuk belajar di luar ruang kelas.

“Harapannya, semakin banyak masyarakat yang berkunjung, terutama anak-anak muda. Selain bisa menikmati keindahan bangunannya, mereka juga dapat belajar sejarah dan mengambil inspirasi dari perjalanan hidup tokoh bangsa,” ujarnya. (15/10).

Museum dan Galeri SBY-ANI pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar kemegahan arsitektur. Di balik pilar-pilar besar dan ruang pamer yang tertata, tersimpan kisah perjalanan hidup, dokumentasi sejarah, serta karya seni yang menjadi bagian dari warisan keluarga SBY-Ani.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan, museum ini menjadi pilihan untuk menikmati sisi lain Kota 1001 Gua: sebuah ruang yang mempertemukan keindahan, sejarah, dan inspirasi dalam satu kunjungan.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *