Belum Punya Liga, Afkab Pacitan Andalkan Turnamen untuk Pembinaan Pemain

  • Bagikan
Pertandingan semifinal Student Futsal League (SFL) antara SMA Ngadirojo melawan SMA Negeri 2 Pacitan berlangsung sengit di GOR Pacitan. (Foto: Afkab Pacitan)

BeritaIDN, PACITAN – Pembinaan futsal di Kabupaten Pacitan masih mengandalkan turnamen sebagai sarana menjaring dan mengembangkan pemain potensial.

Hingga kini, Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Pacitan belum memiliki kompetisi liga yang secara khusus untuk mewadahi klub-klub lokal untuk bertanding secara berkelanjutan.

Ketua Afkab Pacitan, Willy Rizki Cahya Pambudi, mengatakan salah satu agenda rutin yang dijalankan adalah Student Futsal League (SFL) menjadi ajang rutin untuk menjaring pemain muda tingkat SMP dan SMA sebagai persiapan menghadapi Pra-Porprov 2027.

“Alhamdulillah, kemarin berjalan dengan lancar. SFL diikuti beberapa sekolah SMA maupun SMP se-Kabupaten Pacitan dengan antusias yang sangat luar biasa,” ujar Willy, Selasa (27/10/2026).

Ia menjelaskan, Afkab mulai mempersiapkan tim untuk menghadapi Pra-Porprov 2027 melalui penjaringan pemain dari turnamen yang diselenggarakan di tingkat kabupaten. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pemain muda untuk berkembang dan memperkuat tim futsal Pacitan.

“Dalam hal ini, kami di Asosiasi Futsal Kabupaten Pacitan juga sudah mempersiapkan Pra-Porprov untuk tahun depan di 2027. Kami sudah menyiapkan mulai dari sekarang, salah satunya melalui turnamen-turnamen yang kami adakan di Kabupaten Pacitan,” jelasnya.

Meski pembinaan terus berjalan, penyelenggaraan liga untuk klub-klub lokal belum dapat direalisasikan. Willy mengakui, kesiapan tim peserta dan kemampuan organisasi menjadi sejumlah pertimbangan dalam merancang kompetisi yang membutuhkan waktu penyelenggaraan cukup panjang.

“Untuk liga, sementara kita memang belum mengadakan karena ada banyak kendala. Yang pertama terkait dengan tim yang ada di Kabupaten Pacitan, dan dari kami asosiasi belum bisa untuk mengadakan liga karena rentang waktunya yang sangat panjang. Jadi, saat ini kita masih sebatas turnamen,” ungkapnya.

Baca juga :  SMAN 1 Pacitan Tingkatkan Talenta Lewat Workshop Bola Voli dan Gateball

Willy menyebut sejumlah tim futsal lokal telah berkembang di Pacitan. Namun, perkembangan masing-masing tim untuk mengikuti kompetisi yang lebih terstruktur masih perlu ditinjau lebih lanjut.

“Kami juga melihat ada beberapa tim di Kabupaten Pacitan, seperti Kopiliilet, Sircus Penceng, Gerotan, serta beberapa tim lainnya. Namun, untuk progres masing-masing tim, kami masih perlu melihat perkembangannya lebih lanjut,” katanya.

Selain kesiapan kompetisi, keterbatasan anggaran menjadi tantangan lain dalam pengembangan futsal. Willy mengatakan Afkab belum memiliki anggaran mandiri dan masih mengandalkan dukungan dari Askab PSSI Pacitan, sponsor, serta sebagian dana yang disisihkan dari penyelenggaraan turnamen.

“Kami memang terkendala anggaran karena anggaran kami tidak melekat. Kami juga belum mendapatkan anggaran sendiri dari KONI dan belum bisa mandiri karena sesuai aturan dari pusat, Afkab berada di bawah Askab PSSI,” jelasnya.

Untuk membiayai kegiatan, Afkab mengandalkan dukungan sponsor dan hasil penyelenggaraan turnamen. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan asosiasi dalam menyelenggarakan kompetisi secara berkelanjutan.

“Untuk anggaran, kami berupaya mandiri. Kami mengandalkan sponsor dan dari turnamen SFL kemarin juga menyisihkan beberapa anggaran untuk mengikuti Pra-Porprov,” ujarnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pemain, Afkab juga berencana mendatangkan pelatih dengan lisensi minimal AFC. Willy menyebut pihaknya kemungkinan akan mencari pelatih dari Yogyakarta karena keterbatasan tenaga pelatih berlisensi yang tersedia.

“Untuk selanjutnya, nanti kita juga membutuhkan pelatih yang berlisensi minimal AFC. Kami mengakui masih minim di situ dan kemungkinan besar akan mengambil pelatih berlisensi AFC dari Jogja,” terangnya.

Baca juga :  Usung Tagline “KONI BISA”, Baginda Rahadian Resmi Pimpin KONI Pacitan

Untuk menghadapi Pra-Porprov 2027, Afkab Pacitan merencanakan membawa 16 pemain. Target utama yang dipasang adalah lolos ke Porprov dan dapat berkompetisi pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

“Rencana kita membawa 16 pemain untuk Pra-Porprov. Target kami bisa lolos ke Porprov dan mengikuti kejuaraan Porprov yang diadakan pada 2027,” tegasnya.

Terkait dukungan pemerintah daerah, Willy menyampaikan bahwa fasilitas latihan di GOR telah diberikan. Ia juga berharap dukungan transportasi dan penginapan dapat membantu kebutuhan tim saat mengikuti Pra-Porprov.

“Pemerintah memang mendukung dari segi fasilitas, termasuk untuk berlatih di GOR. Nanti kalau mengikuti Pra-Porprov, insyaallah pemerintah daerah juga mendukung, baik kendaraan maupun penginapan,” katanya.

Willy mengapresiasi antusiasme sekolah dan suporter dalam pelaksanaan SFL tahun ini. Menurutnya, tingginya jumlah penonton yang memenuhi GOR menjadi dorongan bagi Afkab untuk meningkatkan kualitas turnamen pada penyelenggaraan berikutnya.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya, terutama kepada sekolah-sekolah yang antusias mengikuti SFL tahun ini. Suporter juga luar biasa, kemarin GOR sampai penuh. Oleh karena itu, ke depan kami akan mengemas Student Futsal League lebih baik lagi,” ujarnya.

Willy juga menyampaikan permohonan maaf kepada klub-klub futsal lokal di Pacitan karena hingga kini Afkab belum mampu menyediakan kompetisi liga sebagai wadah pertandingan rutin.

“Kami dari Afkab juga meminta maaf, khususnya kepada tim-tim yang ada di Kabupaten Pacitan, karena belum bisa mewadahi terkait liga. Saat ini kami masih menggodok rencana liga, khususnya untuk klub-klub lokal Kabupaten Pacitan,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *