BeritaIDN, PACITAN – Harga kambing di Pasar Hewan Pon, Kabupaten Pacitan, anjlok tajam sejak awal Januari 2026. Stok yang melimpah dan minimnya pembeli membuat pedagang terpaksa menjual kambing jauh di bawah harga normal.
Pantauan di Pasar Hewan Pon Pacitan, Rabu (21/1/2026), aktivitas jual beli tetap berlangsung. Namun, transaksi cenderung sepi. Banyak kambing hanya dipajang, tanpa pembeli yang benar-benar serius menawar.
Pian, pedagang kambing asal Tulakan, menyebut turunnya harga sudah terasa sejak awal tahun. Menurutnya, jumlah kambing yang masuk pasar terlalu banyak, sementara pembeli justru berkurang.
“Sejak awal tahun harganya sudah murah sekali. Penjual banyak, stok kambing melimpah, tapi yang beli sedikit,” ujarnya.
Selain kelebihan stok, kondisi kesehatan kambing ikut memengaruhi minat pasar. Penyakit ringan seperti batuk dan pilek membuat pembeli ragu.
“Batuk pilek kambing juga bikin harga makin turun,” tambah Pian.
Keluhan serupa disampaikan Daris, pedagang kambing asal Gondosari. Ia mengaku penurunan harga kali ini jauh lebih terasa dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya kambing besar bisa laku Rp2,5 juta per ekor. Sekarang dua ekor saya lepas Rp3 juta saja tidak ada yang mau,” katanya.
Menurut Daris, kondisi pasar yang kelebihan pasokan memaksa pedagang menjual dengan margin sangat tipis. Keuntungan yang diperoleh nyaris tidak sebanding dengan biaya perawatan.
“Untungnya paling Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per ekor. Ya pasrah, mau bagaimana lagi, kondisi pasar hewan memang lagi seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Tony, peternak kambing asal Pacitan, menilai penurunan harga di awal tahun sebenarnya sudah menjadi pola tahunan. Namun, tahun ini penurunannya dinilai lebih dalam.
“Awal tahun memang biasanya turun, itu sudah tradisi. Tapi sekarang stok melimpah, ditambah kambing impor yang ikut menekan harga kambing lokal,” jelasnya.
Ia mencontohkan, harga kambing yang sebelumnya bisa mencapai Rp1,8 juta per ekor kini turun hingga sekitar Rp1,2 juta. Bahkan, ia memperkirakan harga masih berpotensi turun, terutama menjelang Ramadan.
“Biasanya masuk puasa malah makin sepi. Harga bisa lebih murah lagi. Harapannya pemerintah bisa mengurangi kambing impor supaya harga kambing lokal kembali stabil,” pungkasnya. (*)












