BeritaIDN, PACITAN – GOR Pacitan, Minggu (19/4/2026) kali ini penuh antrean warga yang ingin memeriksakan kondisi tubuhnya secara gratis dalam bakti sosial Yonif TP 934/SBY.
Sejak pagi, layanan sudah dibuka. Pemeriksaan yang biasanya butuh biaya tak sedikit mulai dari gula darah, kolesterol, asam urat hingga tekanan darah hari itu bisa diakses cukup dengan menunjukkan KTP. Bagi sebagian warga, ini kesempatan yang jarang datang.
Komandan Yonif TP 934/SBY, Mayor Inf Dr. Dian Nur Huda, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut, TNI ingin hadir lebih dekat, menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk bakti sosial bersinergi untuk mendorong masyarakat hidup sehat dan berkualitas,” ujarnya.
Targetnya tak muluk, sekitar 100 peserta. Namun di lapangan, antusiasme warga terlihat lebih dari sekadar angka. Banyak yang datang bukan hanya untuk cek kesehatan, tetapi juga ingin tahu kondisi tubuhnya yang selama ini jarang diperiksa.
“Kami menyasar masyarakat umum Pacitan dengan target 100 peserta. Selain pemeriksaan kesehatan, juga ada edukasi langsung dari dokter agar masyarakat semakin paham pentingnya menjaga kondisi tubuh,” tambahnya.
Yang menarik, kegiatan ini tak berdiri sendiri. Sejumlah pihak ikut terlibat, mulai dari tenaga kesehatan, Pemkab Pacitan, hingga Ikatan Alumni Pascasarjana UNS. Kolaborasi lintas sektor ini jadi kekuatan utama kegiatan tersebut.
“Kami bersama tenaga kesehatan, TNI, Dinkes, Pemda Pacitan, serta IKA Pascasarjana UNS berkolaborasi untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” jelasnya.
Di sela kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, tampak berkeliling memantau jalannya pelayanan. Ia menyebut kegiatan seperti ini sangat membantu program pemerintah, terutama percepatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Alhamdulillah kolaborasi hari ini sangat baik, TNI begitu peduli dengan kesehatan masyarakat. Kegiatan seperti ini sangat positif dan bisa mempercepat capaian CKG di Pacitan,” katanya.
Menurutnya, jika dihitung secara nominal, layanan yang diterima warga tidaklah murah. Justru di situlah pentingnya momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Biaya pemeriksaan ini kalau diuangkan bisa mencapai sekitar Rp1 juta, jadi sangat sayang kalau tidak dimanfaatkan,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa akses layanan kesehatan sejatinya adalah hak masyarakat. Karena itu, ia mendorong warga tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Monggo masyarakat segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat, karena ini hak masyarakat dan gratis,” imbaunya.
Bagi Ahmad (26), warga Kebonagung, pengalaman mengikuti kegiatan ini cukup berkesan. Ia mengaku baru kali ini memeriksakan kesehatannya secara lengkap tanpa harus memikirkan biaya.
“Alhamdulillah saya saneng banget. Terima kasih kepada TNI khususnya Batalyon 934 SBY yang sudah peduli dengan masyarakat, ni sangat bermanfaat dan membuat kami lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti di sini. Menurutnya, langkah kecil seperti ini punya dampak besar, terutama bagi warga yang selama ini belum tersentuh layanan kesehatan rutin.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan, karena sangat membantu masyarakat dan membuat kami lebih peduli terhadap kesehatan dan semoga ada kegiatan lainnya yang berdampak pada masyarakat khususnya di Pacitan,” pungkasnya. (*)












