Dongkrak Potensi Kuliner Lokal, Mangut Lele Asap Parigogo Jadi Magnet Wisata Gastronomi Pacitan

  • Bagikan
Seporsi mangut lele asap siap dinikmati di Warung Parigogo, Pacitan. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Pacitan terus didorong melalui penguatan wisata gastronomi berbasis olahan lokal.

Salah satu produk kuliner tradisional yang konsisten menopang daya tarik ekonomi kreatif daerah adalah olahan mangut lele asap di Warung Parigogo, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan.

Usaha kuliner yang telah beroperasi lebih dari satu dekade ini mengandalkan teknik pengolahan tradisional, yakni pengasapan lele sebelum dipadukan dengan kuah santan rempah pedas guna menciptakan identitas rasa yang khas.

Pengelola Warung Parigogo, Bandriyah, menyampaikan bahwa skema penetapan harga yang terjangkau menjadi strategi utama dalam mempertahankan basis pelanggan lokal maupun wisatawan.

“Menu andalan kami mangut lele asap. Satu porsi harganya Rp15 ribu sudah termasuk nasi. Kalau lelenya ukuran kecil dapat dua ekor, sedangkan yang besar satu ekor,” kata Bandriyah, Rabu (5/8/2026).

Baca juga :  Watu Mejo Mangrove Park, Destinasi Edukasi Ramah Lingkungan di Pacitan

Keberadaan destinasi kuliner legendaris seperti Parigogo memberi dampak signifikan terhadap ekosistem pariwisata Pacitan. Warung ini beroperasi penuh setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB tanpa hari libur guna mengakomodasi tingginya kunjungan wisatawan.

Selain mangut lele asap, unit usaha ini menyediakan variasi menu olahan sungai dan masakan Jawa lainnya, seperti rica-rica belut, soto, nasi pecel, hingga nasi useng.

Daya tarik Warung Parigogo juga diperkuat oleh rekam jejak historisnya sebagai salah satu titik singgah kuliner Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat melakukan kunjungan ke tanah kelahirannya di Pacitan.

Apresiasi Konsumen dan Komoditisasi Produk Lokal

Di tingkat konsumen, konsistensi mutu produk mendapat pengakuan dari para penikmat kuliner. Ardhi, salah seorang pengunjung, menilai teknik pengasapan memberikan nilai tambah pada tekstur dan aroma daging ikan dibanding olahan goreng biasa.

Baca juga :  Parigogo Jadi Tempat Singgah Favorit Pecinta Bakso JLS Pacitan

“Aroma asapnya terasa, dagingnya lembut, dan kuah mangutnya kaya rempah. Harganya terjangkau, porsinya pas, dan rasanya konsisten. Ini layak direkomendasikan bagi wisatawan,” ujar Ardhi.

Penguatan usaha mikro berbasis komoditas perikanan seperti mangut lele asap ini diproyeksikan terus memperkokoh rantai pasok pangan lokal serta melengkapi ragam daya tarik wisata pantai yang selama ini menjadi keunggulan utama Kabupaten Pacitan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *