BeritaIDN, PACITAN – DPRD Pacitan mendorong percepatan ratusan paket pembangunan jalan lingkungan yang beberapa waktu lalu sempat tersendat bahkan terjadi kemoloran dalam proses pelaksanaannya.
Sejumlah kendala di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), terutama pada proses administrasi dan pengadaan, diminta agar segera dibenahi supaya pekerjaan tidak menumpuk menjelang akhir tahun.
Ketua Komisi IV DPRD Pacitan, Pujo Setyohadi mengatakan, sebelumnya dari total lebih dari 300 titik pembangunan jalan lingkungan, baru sekitar 99 titik yang berjalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD karena penyerapan anggaran masih rendah.
“Penyerapan dari lingkungan sebetulnya memang tersendat. Kami tidak memberikan punishment, tetapi mencoba mendorong OPD terkait, dalam hal ini permukiman, agar semua kendala segera tertangani,” kata Pujo, Senin (31/8/2026).
DPRD kemudian melakukan koordinasi dengan Perkimtan untuk mengetahui penyebab lambannya pelaksanaan. Salah satu persoalan yang ditemukan berada pada sisi administrasi, sehingga penambahan petugas dinilai perlu dilakukan untuk mempercepat proses.
“Alhamdulillah, staf administrasi sudah ditambah dua. Harapannya, dengan tambahan tersebut proses administrasi dan pengadaan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Setelah pembenahan tersebut, proses pengadaan mulai bergerak. Dalam beberapa hari, puluhan paket telah ditayangkan untuk masuk ke tahapan pengadaan.
“Sudah ada progres. Sebelum hari Jumat sudah melakukan penayangan sekitar 45 paket. Artinya, tiga hari itu sekitar 15 paket per hari,” jelasnya.
Namun, percepatan penayangan belum otomatis membuat seluruh paket masuk tahap pelaksanaan. Masih ada paket yang belum mendapatkan penawaran, sehingga DPRD meminta proses tersebut tidak berhenti sebatas tayang di sistem.
“Memang perlu dibedakan antara paket yang sudah ditayangkan dengan paket yang sudah ada pemenangnya. Karena tidak semua yang ditayangkan itu kemudian ada penawar. Jadi ini yang juga harus kami cermati, bagaimana proses berikutnya supaya paket yang sudah ditayangkan benar-benar bisa masuk ke tahap pelaksanaan,” ungkapnya.
DPRD akan kembali memanggil pihak terkait melalui rapat dengar pendapat (RDP) untuk memastikan perkembangan terbaru. Forum tersebut akan menjadi momentum mengecek apakah percepatan yang dilakukan benar-benar berujung pada pekerjaan fisik di lapangan.
“Lebih jelasnya nanti hari Kamis kami akan RDP. Di situ akan kami lihat bagaimana progres dan kendalanya supaya pelaksanaan pembangunan ini bisa terus dipacu,” katanya.
Pihaknya juga mengingatkan agar percepatan tidak dijadikan alasan untuk mengabaikan kualitas pekerjaan. Komisi IV akan mencermati dokumen perencanaan sekaligus pelaksanaan pembangunan di lapangan.
“Kami tetap mencermati RAB dan bagaimana persentase pekerjaan diturunkan, tetapi kualitasnya harus tetap sesuai dengan yang diinginkan,” tegasnya.
Menurut Pujo, lambannya penyerapan tidak boleh dibiarkan berlarut. Sebab, anggaran yang tidak segera bergerak pada akhirnya membuat pembangunan yang ditunggu masyarakat ikut tertunda.
“Penyerapan anggaran ini juga menjadi warning bagi OPD yang menjalankan. Kalau tidak diserap sesuai jadwal kan ini juga tidak baik. Karena manfaat pembangunannya juga harus segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Pihak Perkimtan, kata Pujo, telah memastikan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. DPRD akan terus mengawal agar target tersebut tidak hanya berhenti sebagai janji.
“Pak Heru dan Pak Yazid memastikan insyaallah clear sebelum akhir tahun semua pekerjaannya. Mudah-mudahan apa yang disampaikan juga clear apa adanya, sehingga manfaatnya bisa digunakan untuk fasilitas masyarakat umum,” pungkasnya.(*)












