BeritaIDN, PACITAN – Perubahan nama beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita yang akan diberlakukan secara nasional turut menjadi perhatian publik. Di Pacitan beras SPHP yang saat ini beredar di daerah masih menggunakan kemasan lama.
Analisis Perdagangan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Erha Janu, mengatakan pihaknya belum menerima konfirmasi terkait distribusi beras SPHP dengan kemasan baru di Pacitan.
“Sampai saat ini kami belum ada konfirmasi terkait adanya perubahan itu. Yang di Pacitan maksudnya belum ada distribusi beras SPHP yang kemasan baru. Saat ini kita masih kemasan lama,” kata Erha.
Menurutnya, informasi serupa juga diperoleh setelah pihaknya melakukan konfirmasi kepada Perum Bulog. Dari komunikasi tersebut, belum terdapat stok beras dengan kemasan baru yang didistribusikan di Pacitan.
“Dari Bulog pun tadi saya juga sempat konfirmasi, infonya belum ada untuk barang yang kemasan baru di Pacitan,” ujarnya.
Sementara itu, perubahan nomenklatur SPHP menjadi Beras Kita sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas). perubahan nama tersebut akan dibarengi dengan penyegaran kemasan.
Ia mengaku langsung menyetujui desain tersebut, termasuk warna yang disebutnya sebagai simbol kemenangan.
“SPHP itu diganti namanya ‘Beras Kita’. Nah, kan bagus ya? Saya langsung setuju warnanya ini. Langsung setuju nih. Bagus sekali warnanya ya kan? Warna kemenangan ini tuh, bagus sekali warnanya, jadi kita langsung setuju,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kemenko Pangan Jakarta Pusat, Senin (7/9), dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis (10/9/2026).
Dalam kesempatan yang aama, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal menjelaskan, penggunaan nama Beras Kita dimaksudkan untuk menyamakan identitas dengan sejumlah produk pangan pemerintah lainnya.
“Kenapa harus menggunakan nama Beras Kita? Karena produk-produk pemerintah menggunakan bahasa ‘kita’. Kita punya Gula Manis Kita, Minyakita, termasuk beras yang sekarang menggunakan nama Beras Kita,” jelas Rizal.
Ia menyebut istilah “kita” dimaknai sebagai keluarga Indonesia sejahtera. Dengan demikian, Beras Kita diarahkan sebagai beras untuk keluarga Indonesia sejahtera.
“Arti ‘kita’ adalah keluarga Indonesia sejahtera. Jadi Beras Kita adalah beras untuk keluarga Indonesia sejahtera,” ujarnya.
Untuk harga, Rizal memastikan tidak ada perubahan akibat pergantian kemasan tersebut.
“Harga sama. Hanya kemasannya belum habis, yang lama tetap jalan saja, enggak ada masalah,” ujarnya.
Meski nama dan kemasan berubah, label SPHP tetap dicantumkan pada bagian bawah kemasan dengan ukuran lebih kecil.
Rizal mengatakan pembaruan kemasan ditujukan agar produk Bulog lebih mudah bersaing dengan produk beras swasta di pasar.
“Dengan merubah kemasan ini lebih eye-catching dan lebih bisa bersaing dengan swasta. Dengan kita juga tetap meningkatkan dan menjaga mutu isi berasnya,” ujar Rizal.
Lebih lanjut Rizal mengatakan peluncuran Beras Kita Medium bersama Beras Kita Premium dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 bertepatan dengan memasuki tahun ketiga pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(*)












