Bupati Pacitan Buka FFH 2026, 290 Film Berebut Nominasi

  • Bagikan
Suasana saat pembukaan filem horor (Foto: prokopim)

PACITAN– Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji resmi membuka Festival Film Horor (FFH) 2026 di Pantai Pancer Door, Rabu, 14 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, festival ini mengusung tema “Indigo” yang mengajak publik melihat apa yang tampak, membaca kembali hal-hal yang terlupakan, dan membangun masa depan.

Festival yang berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 ini menjadi ruang pertemuan para sineas dari berbagai daerah. Sejumlah tokoh perfilman turut hadir, di antaranya sutradara sekaligus pendiri Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), Garin Nugroho, serta aktor, penulis, dan sutradara Dennis Adhiswara. Komunitas Jogja Film Academy (JFA) juga ikut meramaikan festival tersebut.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji berharap penyelenggaraan FFH tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga mendorong festival tersebut menjadi ruang yang lebih luas bagi kreativitas sineas lokal maupun nasional.

Baca juga :  Monumen Jenderal Sudirman di Pacitan, Jejak Perjuangan Gerilya Sang Panglima Besar

“Kita berharap FFH 2026 ini bisa lebih baik lagi, memberikan ruang kreativitas lebih untuk para sineas, baik dari Pacitan maupun luar daerah,” kata Indrata.

Menurut dia, FFH tidak hanya menjadi ajang apresiasi karya film, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Pacitan diharapkan ikut merasakan dampak dari penyelenggaraan festival tersebut.

Antusiasme insan perfilman terhadap FFH 2026 terlihat dari jumlah karya yang masuk ke meja panitia. Ketua panitia penyelenggara, Idam Nugrahadi, mengatakan pihaknya menerima 290 film dari peserta yang berasal dari 42 kota dan provinsi di Indonesia.

Dari ratusan karya tersebut, sebanyak 75 film lolos kurasi dan masuk nominasi untuk ditayangkan selama festival.

Baca juga :  Tiket Masuk Gratis, Pancer Door Pacitan Kian Diminati jadi Wisata Keluarga

“Peserta yang mendaftarkan karyanya berasal dari 42 kota dan provinsi se-Indonesia,” ujar Idam.

Pemutaran 75 film terpilih akan berlangsung di lima lokasi yang tersebar di Pacitan. Lokasi tersebut meliputi Bioskop Rakyat Mbah Sayem di Gedung Karya Darma, Bioskop Rakyat Laut Selatan di Gedung Gasibu Swadaya, Bioskop Rakyat Gunung Karst Tobong di Alun-alun Pacitan, Bioskop Rakyat Gua Karst di Pasar Sawo, serta layar terbuka di lapangan bola voli Alun-alun Pacitan.

Melalui konsep pemutaran di sejumlah ruang publik, FFH 2026 diharapkan mendekatkan film kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Pacitan sebagai ruang tumbuh kreativitas dan destinasi wisata berbasis budaya.

Penyelenggaraan festival ini juga menjadi kesempatan bagi sineas untuk memperluas jejaring, memperkenalkan karya, dan membangun ekosistem perfilman yang lebih kuat di daerah.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *