BPS Triwulan I–III Jadi Acuan, Pemkab Sebut Ekonomi Pacitan 2025 Stabil

  • Bagikan
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, saat menyampaikan perkembangan ekonomi daerah tahun 2025, Kamis (15/1/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan menilai pertumbuhan ekonomi daerah sepanjang 2025 masih berada di jalur positif dan dalam batas yang rasional. Penilaian itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian Setda Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, berdasarkan indikator makro ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Ali menyebut, sejak triwulan pertama hingga triwulan ketiga 2025, data BPS menunjukkan kinerja pertumbuhan ekonomi Pacitan relatif baik.

“Kalau melihat indikator makro dari data BPS triwulan satu sampai triwulan tiga, pertumbuhan ekonomi kita itu bagus dan positif,” ujar Ali, Kamis (15/1/2026).

Ia mengakui, hingga saat ini BPS memang belum merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan keempat. Namun, jika kinerja ekonomi pada triwulan terakhir mampu bertahan seperti capaian triwulan ketiga, maka secara tahunan kondisi ekonomi Pacitan dinilai cukup stabil.

Baca juga :  Pastikan Stok Aman, Bripka Latip Utomo Rajin Sidak Migor

“Triwulan keempat memang belum rilis. Tapi kalau kondisinya stabil seperti triwulan ketiga, insyaallah secara tahunan 2025 angkanya masih cukup rasional,” katanya.

Terkait isu ekonomi lesu yang berkembang di masyarakat, Ali menegaskan bahwa secara indikator makro, ekonomi Pacitan tetap tumbuh. Meski begitu, ia tidak menampik adanya keluhan dari sebagian pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Secara makro ekonomi kita tumbuh. Tapi kalau kami turun dan ngobrol santai dengan teman-teman UMKM, memang ada yang mengeluhkan penurunan omzet,” ungkapnya.

Namun, Ali menekankan bahwa kondisi tersebut tidak bisa digeneralisasi. Menurutnya, tidak semua sektor UMKM mengalami penurunan yang sama karena dinamika ekonomi memang selalu bergerak naik dan turun.

“Tidak semua sektor UMKM mengalami penurunan. Namanya ekonomi, pasti ada yang turun, ada yang naik,” jelasnya.

Ali juga menyinggung kebijakan efisiensi yang dinilai turut mempengaruhi peredaran uang di masyarakat. Efisiensi tersebut menyebabkan potensi uang yang beredar tidak bergerak optimal, sehingga berdampak pada daya beli sebagian warga.

Baca juga :  PMII Pacitan Kawal Petisi Rebranding Pasar di Tengah Agenda Digitalisasi

“Efisiensi jelas berpengaruh, karena potensi uang yang bisa beredar di masyarakat jadi tidak bergerak optimal,” tambahnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pacitan berharap pertumbuhan ekonomi daerah tetap bergerak stabil, seiring masuknya investasi baru yang mampu mendorong aktivitas ekonomi lokal.

“Harapannya pertumbuhan ekonomi Pacitan tetap stabil, rasional, dan ada tambahan investasi yang bisa menggerakkan ekonomi daerah,” kata Ali.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak mengelola ekonomi rumah tangga di tengah dinamika perekonomian saat ini.

“Di kondisi seperti sekarang, kita harus lebih bijak mengelola ekonomi keluarga dan tidak terjebak pada hal-hal yang tidak produktif,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *