BeritaIDN, PACITAN – Aktivitas di Terminal Tipe A Pacitan hingga kini masih relatif lengang. Lonjakan penumpang pada arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan baru terjadi mendekati hari raya, tepatnya sekitar H-2 Lebaran.
Kepala Satuan Pelaksana Terminal Pacitan, Suyono, mengatakan pola tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun. Para perantau biasanya baru pulang kampung menjelang hari raya.
“Biasanya lonjakan itu H-2 Lebaran. Sekarang masih sepi,” ujar Suyono saat ditemui di Terminal Pacitan, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, sampai saat ini tarif tiket bus juga masih stabil. Belum ada operator yang menaikkan harga selama masa awal arus mudik.
“Belum ada kenaikan harga tiket. Biasanya kalau ada penyesuaian justru setelah Lebaran,” katanya.
Terkait kesiapan menghadapi arus mudik, pihak terminal tidak menyiapkan skema khusus. Namun pemeriksaan kesehatan bagi awak kendaraan sudah dilakukan sebelumnya bekerja sama dengan Polres Pacitan dan Dinas Kesehatan.
Pemeriksaan tersebut meliputi sopir, kondektur, hingga kernet. Mereka menjalani pengecekan kesehatan seperti tes urine dan pemeriksaan jantung.
“Beberapa waktu lalu kami sudah cek kesehatan awak kendaraan bersama Polres dan Dinkes. Ada tes urine dan pemeriksaan jantung juga,” jelasnya.
Untuk jumlah armada yang disiapkan selama musim mudik, pihak terminal belum menetapkan angka pasti. Meski begitu, Suyono memastikan armada yang ada dinilai cukup untuk melayani kebutuhan penumpang.
Jika nantinya terjadi lonjakan penumpang, terminal akan berkoordinasi dengan perusahaan otobus (PO) yang beroperasi di Pacitan.
“Jumlah armada pastinya belum ada, tapi secara umum masih mencukupi. Kalau nanti penumpang membludak, kita koordinasi dengan PO yang ada,” terangnya.
Di sisi lain, seluruh kendaraan angkutan umum yang beroperasi di Terminal Pacitan juga telah menjalani uji kelayakan atau ramp check bersama kepolisian. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan kendaraan yang dinyatakan tidak layak jalan.
“Kemarin sudah ramp check bersama Polres. Hasilnya semua kendaraan layak jalan,” tegas Suyono.
Selain pemeriksaan berkala, kendaraan yang akan berangkat dari terminal juga tetap dicek ulang oleh petugas. Jika ditemukan masalah teknis, kendaraan diminta memperbaiki terlebih dahulu sebelum diberangkatkan.
Menurut Suyono, pemudik yang datang ke Pacitan mayoritas berasal dari dua kota besar, yakni Jakarta dan Surabaya.
“Biasanya paling banyak dari Jakarta, kemudian Surabaya,” katanya.
Ia juga memastikan tidak ada praktik percaloan tiket di Terminal Pacitan. Kondisi tersebut, kata dia, berbeda dengan beberapa terminal besar di kota lain.
“Di Pacitan tidak ada calo,” ujarnya singkat.
Suyono mengimbau para pengemudi angkutan umum selalu menjaga kondisi kesehatan serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum beroperasi.
“Pengemudi harus memastikan dokumen kendaraan lengkap dan kondisi kendaraan benar-benar siap jalan. Karena secara hukum tanggung jawab ada di pengemudi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan penumpang agar tidak ragu menanyakan kondisi kendaraan sebelum naik bus.
“Penumpang juga berhak menanyakan kelayakan kendaraan, dokumen perjalanan, maupun kondisi teknisnya. Kalau ada yang tidak sesuai silakan lapor ke petugas,” pungkasnya. (*)












