BeritaIDN, PACITAN – Mini job fair yang digelar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan, Kamis (23/4/2026), sepi peminat. Hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pencari kerja yang hadir hanya sekitar 150 orang, jauh dari target 550 peserta, meski tersedia lebih dari 500 lowongan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan, Supriyono, mengatakan rendahnya kehadiran pelamar belum diketahui secara pasti.
“Yang datang sampai jam 12 tadi sekitar 150 orang, padahal lowongan yang dibuka lebih dari 500,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lowongan tersebut berasal dari lima perusahaan yang diundang. Di antaranya PR Tunas Mandiri/Alami dan PR Mulia Agung/Sukses masing-masing sekitar 200 lowongan, PNM 40 lowongan, PT TOP 50 lowongan, serta Indomarco 60 lowongan.
Namun, dua perusahaan tidak hadir dalam kegiatan tersebut.
“Dua perusahaan tidak hadir, yaitu pabrik rokok Sukses dan PT TOP karena ada sesuatu hal,” tambahnya.
Minimnya jumlah pelamar menjadi catatan bagi Disdagnaker. Pasalnya, peluang kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja yang datang.
“Kalau ditanya kenapa jauh dari target 550 orang, kami juga belum tahu. Ini perlu evaluasi apakah karena kurangnya informasi atau faktor lain,” ungkap Supriyono.
Menurutnya, sosialisasi telah dilakukan melalui media sosial. Namun, momentum kelulusan diduga memengaruhi partisipasi.
“Mungkin lulusan tahun kemarin sudah banyak yang bekerja, dan saat ini juga belum waktunya lulusan baru SMK atau SMA,” jelasnya.
Dari profil pelamar, mayoritas merupakan usia muda dengan latar belakang pendidikan SMK sederajat. Sementara lulusan perguruan tinggi sangat minim.
“Masih muda, kalau yang lulusan S-1 itu ada satu atau dua tapi yang paling banyak pendaftar itu dari SMK sederajat,” katanya.
Kegiatan mini job fair ini direncanakan berlangsung tiga tahap, yakni April, Juli, dan Agustus. Setiap pelaksanaan menelan anggaran sekitar Rp5 juta, atau total Rp15 juta.
“Kalau tiga kali pelaksanaan, totalnya sekitar Rp15 juta. Anggaran digunakan untuk konsumsi, transport perusahaan, dan lainnya,” pungkasnya. (*)












