BeritaIDN, PACITAN – Keramaian tradisi rontek gugah sahur di Alun-Alun Pacitan pada Ramadan tahun ini tak hanya menjadi hiburan warga. Bagi pedagang kaki lima, momen itu berubah menjadi ladang rezeki. Salah satunya dirasakan Hartono, pedagang siomay dan batagor yang mengaku dagangannya laris sejak warga berbondong-bondong menonton rontek.
Pedagang asal Sambong berusia 47 tahun itu mengatakan jumlah pembeli meningkat tajam setiap kali ada kegiatan rontek. Bahkan, lonjakannya bisa mencapai dua kali lipat dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah ada peningkatan. Lumayan banget kalau ada rontek seperti ini,” ujar Hartono saat ditemui di sekitar alun-alun, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, pada malam rontek omzet yang didapat juga ikut terdongkrak. Dalam satu malam, ia bisa mengantongi pendapatan sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu.
“Kalau malam seperti ini bisa sampai Rp600 ribu sampai Rp700 ribu. Pembelinya memang jauh lebih ramai,” jelasnya.
Selama Ramadan, Hartono biasanya mulai berjualan sejak sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Ia biasa menutup lapaknya sekitar pukul 21.00 WIB. Namun jadwal itu berubah saat rontek digelar.
Keramaian warga membuatnya memilih bertahan lebih lama di lapak. Bahkan, tak jarang ia baru pulang menjelang dini hari.
“Kalau hari biasa paling sampai jam sembilan malam. Tapi kalau ada rontek begini bisa sampai jam tiga, kadang malah jam empat baru pulang,” katanya.
Hartono mengaku sebelum ada kegiatan rontek Ramadan, penjualan cenderung berjalan biasa saja. Namun begitu warga mulai memadati kawasan alun-alun untuk menonton rontek, pembeli otomatis berdatangan.
“Biasanya ya biasa saja. Tapi kalau warga ramai nonton rontek, pembeli ikut banyak. Lumayan buat tambahan,” pungkasnya. (*)












