BeritaIDN, PACITAN – Harga minyak goreng di Pasar Minulyo, Kabupaten Pacitan, merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Di saat yang sama, pasokan minyak subsidi Minyakita justru makin sulit ditemukan. Kondisi ini mulai dikeluhkan para pedagang.
Kenaikan paling terasa terjadi pada minyak goreng kemasan hingga curah. Pedagang menyebut, hampir semua merek mengalami penyesuaian harga, dengan lonjakan yang bervariasi.
Yana (52), pedagang asal Baleharjo, merasakan betul perubahan itu. Ia menyebut, di tengah harga beras dan telur yang cenderung stabil, minyak goreng justru bergerak naik.
“Kalau beras enggak naik masih stabil, minyak goreng yang naik. Minyak kemasan dan curah semua merek naik,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurut dia, kenaikan paling mencolok terjadi pada minyak goreng kemasan tertentu. Untuk kemasan bantal, harga yang sebelumnya sekitar Rp20 ribu kini naik menjadi Rp21 ribu per liter. Sementara merek tertentu melonjak lebih tinggi.
“Yang paling mahal Sunco refill yang dulu Rp22 ribu sekarang sudah sampai Rp25 ribu per liter,” tambahnya.
Tak hanya soal harga, Yana juga menyoroti kelangkaan Minyakita yang sudah terjadi sekitar sebulan terakhir. Minyak subsidi itu, kata dia, kini jarang terlihat di lapak pedagang.
“Kalau Minyakita langka sudah sekitar sebulanan. Biasanya harga subsidi Rp15 ribu per liter, kalau yang non subsidi bisa sampai Rp21 ribu,” jelasnya.
Keluhan serupa datang dari Anung (45), pedagang asal Tanjungsari. Ia menyebut kenaikan tidak hanya menyasar minyak goreng, tetapi juga bahan pokok kemasan lain.
“Kalau sembako yang naik itu yang diplastiki seperti minyak kemasan dan gula kemasan,” katanya.
Anung bahkan menunjukkan lonjakan harga yang cukup tajam pada salah satu merek minyak goreng.
“Dulu per lusin Rp180 ribu, sekarang jadi Rp240 ribu lebih,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mengaku kesulitan mendapatkan beberapa merek di pasaran.
“Kalau merek lain seperti Sunco langka, enggak tahu kenapa. Minyakita juga jarang, bahkan enggak ada. Katanya harganya naik,” imbuhnya.
Menanggapi kondisi ini, Analis Perdagangan Ahli Muda Disdagnaker Pacitan, Wahyu Dwi Cahyono, membenarkan adanya kenaikan pada minyak goreng tertentu, terutama non-subsidi.
“Kami menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, memang terdapat kenaikan harga pada minyak goreng kemasan premium dan minyak goreng curah,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan untuk Minyakita di pasar pantauan masih dijual sesuai ketentuan harga.
“Namun untuk Minyakita di pasar pantauan SP2KP Kabupaten Pacitan masih dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET),” jelasnya.
Secara umum, ia menilai kondisi harga bahan pokok di Pacitan masih terkendali. Bahkan, pada pekan ketiga April 2026 tercatat mengalami deflasi.
“Secara umum, kondisi harga bahan pokok di Kabupaten Pacitan masih terkendali, bahkan pada minggu ke-3 April 2026 Kabupaten Pacitan masih mengalami deflasi sebesar -2,51 persen,” terangnya.
Ia menambahkan, kenaikan minyak goreng ini tidak terjadi secara menyeluruh, melainkan hanya pada jenis tertentu dan masih dianggap wajar.
“Dengan demikian, kenaikan ini bersifat parsial pada jenis tertentu dan masih dalam batas yang wajar,” tambahnya.
Sejumlah faktor disebut memicu kondisi ini, mulai dari mekanisme pasar hingga distribusi pasca momentum hari besar keagamaan.
“Kenaikan terjadi pada minyak goreng non-subsidi yang lebih sensitif terhadap mekanisme pasar, kemudian penyesuaian pasca HBKN seperti Ramadan dan Idulfitri, serta distribusi Minyakita yang masih terus dioptimalkan,” paparnya.
Untuk meredam gejolak, Disdagnaker memastikan akan terus memantau pergerakan harga dan pasokan di lapangan.
“Kami akan melakukan pemantauan harga secara intensif, memastikan Minyakita tetap tersedia dan dijual sesuai HET, serta berkoordinasi dengan Bulog dan ID Food,” tegasnya.
Di tengah kondisi ini, masyarakat diminta tidak panik atau melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan, karena stok minyak goreng, khususnya Minyakita, masih tersedia dan dalam kondisi terkendali,” pungkasnya. (*)












