PACITAN-Penyerapan anggaran Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Pacitan baru mencapai 35 persen dari total pagu Rp 36 miliar. Padahal, waktu pelaksanaan anggaran 2026 tinggal tiga bulan.
Kepala Perkimtan Pacitan, Heru Tunggul Widodo, mengatakan rendahnya realisasi keuangan dipengaruhi keterlambatan proses pengadaan barang dan jasa serta pencairan pembayaran pekerjaan fisik. Penerapan mekanisme mini competition yang relatif baru juga membuat tahapan pengadaan membutuhkan waktu lebih panjang.
Menurut Heru, perencanaan kegiatan sebenarnya sudah rampung pada Maret 2026. Namun, penyesuaian harga dan proses pengadaan membuat sejumlah pekerjaan baru bisa dimulai pada akhir Juli hingga Agustus.
“Perencanaan mulai Januari, Februari, Maret, Maret itu sudah siap. Secara biasanya kita mulai April sudah mulai proses pengadaan barang dan jasa. Ini karena ada penyusunan harga, akhirnya siap itu Juli,” kata Heru, Selasa, 13 Oktober 2026.
Selain kendala pengadaan, sejumlah paket pekerjaan rabat beton sempat kurang diminati penyedia jasa. Kondisi itu membuat dinas harus menyesuaikan perencanaan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Heru menyebut progres fisik dan pengadaan telah mencapai sekitar 89,59 persen. Namun, capaian tersebut belum sejalan dengan realisasi keuangan. Sejumlah pembayaran pekerjaan masih tertahan karena proses administrasi, termasuk kelengkapan dokumen hasil pengujian laboratorium.
“Ini banyak sebenarnya kalau sudah selesai, hampir 100-an paket sudah selesai, tapi pencairannya itu belum sampai 50 persen,” ujarnya.
Perkimtan Pacitan kini berpacu mengejar target realisasi anggaran. Heru menargetkan serapan keuangan mencapai 50 persen pada akhir Oktober dan meningkat menjadi 80 persen pada akhir November. Setelah itu, dinas akan mengupayakan percepatan pencairan hingga tutup tahun anggaran.
“Target saya bulan Oktober 50 persen, akhir November 80 persen, terus akhir tahun selesai semaksimal mungkin,” kata dia.
Meski demikian, Heru mengakui target penyerapan hingga 100 persen tidak mudah dicapai. Salah satu faktor yang memengaruhi realisasi akhir tahun adalah sisa hasil pengadaan.
Sebagai pembanding, realisasi anggaran Perkimtan Pacitan pada 2025 mencapai sekitar 98 persen. Dengan waktu yang tersisa, dinas kini dituntut mempercepat penyelesaian administrasi dan pencairan pembayaran agar realisasi anggaran tahun ini tidak tertinggal jauh dari capaian tahun sebelumnya.(*)











