Ratusan Gerai Terbangun, Operasional Kopdes Merah Putih Pacitan Terkendala Verifikasi Pusat

  • Bagikan
Kondisi fisik gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan, yang telah selesai dibangun. Hingga kini, operasional resmi program ekonomi tersebut masih menunggu tahap verifikasi dan validasi dari pemerintah pusat, Selasa (15/9/2026). (Foto: Dok. BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Pembangunan fisik ratusan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDMP) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, hampir rampung. Namun, hingga pertengahan September 2026, program pemberdayaan ekonomi desa ini belum dapat beroperasi secara resmi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menyatakan bahwa operasionalisasi koperasi masih tertahan proses birokrasi, yakni menunggu tahap verifikasi dan validasi dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian Kabupaten Pacitan, Anang Soleh Setyanto, menjelaskan bahwa seluruh gerai harus melalui pengecekan ketat sebelum diserahterimakan menjadi aset desa.

“Sekarang ini tahapnya persiapan verifikasi. Semuanya nanti diverifikasi dan divalidasi sebelum diserahkan ke desa. Asetnya itu akan menjadi aset desa,” terang Anang, Selasa (15/9/2026).

Proses verifikasi dari pusat ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, terhitung sejak September hingga Oktober 2026. Tahapan ini mencakup peninjauan kondisi fisik bangunan hingga pengecekan kelengkapan sarana berstandar di setiap titik gerai.

Baca juga :  Ucapan Hari Santri Nasional oleh DPKPP Pacitan

Secara progres, pembangunan fisik Kopdes Merah Putih di kota berjuluk 1001 Gua ini terbilang positif. Dari total alokasi 167 titik, sebanyak 142 gerai atau lebih dari 85 persen telah berdiri. Sementara 25 titik sisanya masih dalam tahap pengerjaan yang ditargetkan rampung selambat-lambatnya Oktober mendatang.

Meski bangunan fisik mayoritas telah berdiri, Anang mengakui bahwa proses distribusi sarana dan perlengkapan belum maksimal.

“Hampir semua sudah ada (perlengkapan). Cuma kalau 100 persen terisi semua, belum ada. Paling banyak tingkat keterisiannya sekitar 80 persen,” ungkapnya.

Inisiatif Mandiri di Tengah Penundaan

Menariknya, di lapangan, sejumlah gerai Kopdes Merah Putih terpantau sudah mulai melakukan aktivitas jual-beli. Menanggapi fenomena ini, Anang menegaskan bahwa hal tersebut bukan penanda operasionalisasi resmi program telah dimulai.

Baca juga :  Kemenag Pacitan Tidak Tahu Berapa Masjid dan Musala yang Rusak

Aktivitas perdagangan tersebut murni merupakan inisiatif pengurus di tingkat desa untuk menghidupkan gerai yang terlanjur selesai dibangun.

“Kalau ada koperasi yang sudah berusaha, jualan, dan seterusnya, itu mandiri. Atas inisiatif dan kreativitas dari Kopdes sendiri,” tegas Anang.

Terkait kepastian peluncuran serentak, Pemkab Pacitan memilih bersikap pasif dan mengikuti ritme dari pemerintah pusat. Pasalnya, target awal operasionalisasi program ini sebenarnya diproyeksikan pada bulan Agustus 2026 lalu, namun meleset akibat penyelesaian fisik dan adanya syarat verifikasi administrasi.

“Dulu itu Agustus target operasi, tapi ternyata pembangunannya belum selesai. Begitu selesai, ternyata harus ada proses verifikasi. Jadi kami belum berani menyampaikan kepastian (jadwal beroperasi). Tergantung pusat,” tutupnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *