Pedagang Panen Cuan di Syawalan Fest 2026 Pacitan, Semalam Kantongi Jutaan Rupiah

  • Bagikan
Suasana lapak pedagang di area Syawalan Fest 2026 Pacitan yang dipadati pengunjung, Sabtu malam (18/4/2026).

BeritaIDN, PACITAN – Malam puncak Syawalan Fest 2026 Pacitan tak cuma dipadati pengunjung. Di balik riuh panggung dan arus manusia yang tak putus, para pedagang justru yang paling merasakan “panen”. Sejumlah pelaku UMKM mengaku omzet mereka tembus jutaan rupiah hanya dalam satu malam.

Sri Mulyani, 40, penjual jus buah asal Bekasi, jadi salah satu yang kecipratan rezeki. Ia sudah membuka lapak sejak hari keempat dan memilih bertahan sampai penutupan festival.

“Alhamdulillah malam ini ramai sekali. Saya jualan di sini mulai hari keempat dan rencananya sampai penutupan,” ujarnya, Sabtu malam (18/4/2026).

Bagi Sri, suasana seperti ini bukan hal baru. Sejak 2018, ia sudah terbiasa berpindah dari satu event ke event lain. Dari kota ke kota, bahkan lintas provinsi.

Baca juga :  BPS Triwulan I–III Jadi Acuan, Pemkab Sebut Ekonomi Pacitan 2025 Stabil

“Saya ini sering ikut event seperti ini, keliling Jawa Timur sampai Bali. Untuk ikut di sini, saya dapat kabar undangan dari EO,” jelasnya.

Soal hasil, ia tak menutup-nutupi. Keramaian pengunjung langsung berbanding lurus dengan pemasukan yang dibawa pulang.

“Kalau omzet beda-beda, tapi biasanya bisa lebih dari Rp1 juta,” tambahnya.

Cerita serupa datang dari Fista, pedagang tahu petis asal Nawangan, Pacitan. Ia memilih membuka lapak sejak hari pertama festival. Hasilnya, tak mengecewakan.

“Iya, saya jualan di sini sejak hari pertama. Ramainya lumayan,” ungkapnya.

Meski belum menghitung detail pendapatan malam itu, ia sudah bisa memperkirakan hasilnya lebih baik dibanding hari sebelumnya.

“Kalau malam ini belum dihitung, tapi kemungkinan lebih dari hari kemarin,” tandasnya.

Baca juga :  Target PAD Perikanan Pacitan Baru Capai 3,91 Persen

Ramainya Syawalan Fest tahun ini tak hanya jadi panggung hiburan, tapi juga menggerakkan ekonomi kecil di akar rumput. Lapak-lapak sederhana berubah jadi sumber penghasilan yang menjanjikan, setidaknya selama festival berlangsung. (*)

Editor: Yusuf Arifai
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *