BeritaIDN, PACITAN-Pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SD dan SMP Kabupaten Pacitan 2026 tak hanya meramaikan persaingan antarpelajar.
Gelaran yang dipusatkan di kawasan kota itu juga membawa berkah bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang di sekitar Alun-alun Pacitan mengaku omzet mereka melonjak hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Sejak pagi hingga malam, kawasan alun-alun tampak lebih padat dari biasanya. Ribuan peserta, guru pendamping, orang tua, hingga warga yang datang menonton membuat pusat kota berubah menjadi ruang perputaran ekonomi dadakan. Lapak makanan dan minuman menjadi salah satu yang paling diuntungkan.
Di sudut kawasan alun-alun, Udin (36) terlihat sibuk melayani pembeli. Penjual pentol kacang itu mengaku hampir tak punya waktu beristirahat sejak Porseni berlangsung.
“Untuk pendapatan jelas meningkat, meningkat lumayan bagus,” kata Udin saat ditemui, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, lonjakan pembeli sudah terasa sejak hari pertama pelaksanaan kegiatan. Namun, puncak keramaian terjadi pada hari kedua, ketika jumlah pengunjung terus bertambah hingga malam.
“Kalau kemarin naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa, kalau pas hari ini hampir tiga kali lipat,” ujarnya.
Peningkatan itu berdampak langsung pada pendapatan harian yang ia bawa pulang. Dalam sehari, omzet jualannya bahkan mendekati angka yang jarang ia dapatkan pada hari normal.
“Alhamdulillah lumayan hampir Rp3 jutaan,” tambahnya.
Cerita serupa datang dari Dapit Saputra (30), pedagang siomay yang juga berjualan di sekitar lokasi kegiatan. Ia mengatakan, ramainya Porseni membuat lapaknya tak pernah sepi pembeli selama tiga hari terakhir.
“Untuk pendapatan meningkat. Inikan tiga hari, kalau tadi malam omsetnya Rp1 juta lebih,” ungkap Dapit.
Menurut dia, event besar seperti Porseni memberi dampak nyata bagi pelaku UMKM kecil yang menggantungkan penghasilan dari keramaian pusat kota.
“Dibandingkan hari biasa lumayan jauh jomblang, mending ada kegiatan seperti ini,” katanya sambil melayani pembeli.
Bagi pedagang kecil, keramaian semacam ini bukan sekadar momentum musiman. Aktivitas ribuan orang yang terkonsentrasi di satu lokasi terbukti mampu menggerakkan ekonomi mikro, mulai dari pedagang kaki lima, parkir, hingga usaha minuman dan makanan ringan.
Dapit berharap kegiatan serupa lebih sering digelar di kawasan kota agar pelaku usaha kecil memiliki ruang untuk meningkatkan penghasilan.
“Kegiatan seperti ini sangat berpengaruh sekali terhadap omset kita,” pungkasnya.
Porseni SD dan SMP Kabupaten Pacitan 2026 sendiri menjadi agenda tahunan yang mempertemukan siswa dari berbagai sekolah untuk berkompetisi di bidang olahraga dan seni. Namun di balik gegap gempita perlombaan, denyut ekonomi kecil di sekitar arena ternyata ikut bergerak lebih cepat.
Bagi sebagian pedagang, ramainya Porseni bukan sekadar tontonan, melainkan momentum mencari nafkah dengan omzet yang jauh lebih menjanjikan dari hari biasa. (*)












