Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Pacitan Belum Dibuka, Pemkab Masih Tunggu Instruksi Pusat

  • Bagikan
Caption: Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Pacitan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat di Pacitan belum dibuka. Pemkab masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Di saat bersamaan, pembangunan gedung sekolah ditarget bisa digunakan mulai tahun ajaran baru 2026.

Kepala Dinas Sosial Pacitan Heri Setijono mengatakan, proses rekrutmen guru PPPK untuk jenjang SD dan SMP masih menunggu konfirmasi data dari pusat. Seleksi kemungkinan dilakukan secara daring.

“kita nunggu konfirmasi data biasanya ada tes online juga, ya mudah-mudahan sebelum Juni,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Dia meminta tenaga pendidik yang telah memiliki sertifikat pendidik mulai bersiap apabila rekrutmen resmi dibuka.

“kalau memang nantinya akan di buka dan teman-teman yang ingin menjadi bagian dalam upaya mengentaskan rantai kemiskinan ini silahkan menyiapkan diri untuk bisa mendaftar sesuai persyaratan dan diakseskan online,” katanya.

Baca juga :  72 SMP di Pacitan Siap Integrasi dengan Madin, Launching Pertengahan Januari

Sambil menunggu proses itu, pembangunan gedung Sekolah Rakyat terus berjalan. Secara kontrak, proyek ditarget rampung Agustus 2026. Namun, pemerintah daerah berharap bangunan sudah bisa dipakai lebih awal.

“kalau secara kontrak itu Agustus cuma ya kita berharap tahun ajaran baru 2026 Juli itu bisa di manfaatkan,” jelas Heri.

Sekolah Rakyat tersebut akan menampung tiga jenjang pendidikan sekaligus, mulai SD, SMP hingga SMA. Masing-masing jenjang disiapkan tiga rombongan belajar.

“iya itu untuk SD, SMP, SMA masing-masing 3 rombol,” ungkapnya.

Untuk penerimaan siswa, Dinsos juga belum membuka pendaftaran resmi. Saat ini masih dilakukan penjangkauan dan pendataan calon siswa melalui sinkronisasi data dengan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan.

Baca juga :  Pemkab Pacitan Ajukan Dinas Ekraf, tapi Pusat Belum Kasih Restu

“ini sifatnya penjangkauan, belum penerimaan. Jadi kita punya data, menghimpun dari Kemenag ada yang dari MI, MTS kemudian dari Diknas dari TK, SD, SMP dan kita sandingkan,” ujarnya.

Menurut Heri, jadwal penerimaan siswa masih menunggu surat dari Kementerian Sosial.

“Belum, untuk kapan nya nunggu surat dari menteri sosial, tapi kita sudah mulai proses penggalian potensi siswa,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *