RSUD Pacitan Gelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Hadapi Kondisi Kedaruratan

  • Bagikan
Peserta mengikuti Eksternal House Training Bantuan Hidup Dasar dalam rangka World Heart Day 2026 di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)
Peserta mengikuti Eksternal House Training Bantuan Hidup Dasar dalam rangka World Heart Day 2026 di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Sebanyak 85 peserta mengikuti Eksternal House Training Bantuan Hidup Dasar dalam rangka World Heart Day 2026 di Pendopo Kabupaten Pacitan, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan dan memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, Johan Tri Putranto, mengatakan kegiatan tersebut mengangkat tema “Don’t Miss a Beat”. Tema itu menjadi pengingat agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan jantung, termasuk mengenali faktor risiko dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

“Melalui kegiatan Eksternal House Training Bantuan Hidup Dasar dengan tema ‘Don’t Miss a Beat’, kita diingatkan untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung, mengenali faktor risiko, serta mulai membiasakan pola hidup sehat sejak dini,” kata Johan.

Johan menyebut perhatian terhadap penyakit jantung menjadi penting karena penyakit kardiovaskular masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia.

Baca juga :  Molamil Papa Jadi Andalan, Dinkes Pacitan Masuk 5 Besar Penghargaan Dinkes Jatim

Di Pacitan, kasus jantung juga tercatat sebagai salah satu persoalan kesehatan yang banyak ditangani di RSUD dr. Darsono.

Berdasarkan data 10 besar penyakit di rumah sakit tersebut, kasus jantung berada di urutan pertama pada periode 2025 hingga semester I 2026.

“10 besar penyakit di RSUD dr. Darsono, kasus jantung menduduki urutan pertama pada periode tahun 2025 sampai dengan periode semester 1 2026,” ujarnya.

Menurut Johan, menjaga kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan memperpanjang usia, tetapi juga mempertahankan kualitas hidup.

“Menjaga jantung bukan hanya tentang hidup lebih lama, tetapi juga tentang menjaga kualitas hidup agar lebih bermakna,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putra, mengatakan pelatihan bantuan hidup dasar diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi kedaruratan.

Heru menyebut kemampuan tersebut mencakup cara mengenali kondisi korban, melakukan penilaian awal, meminta bantuan, hingga memberikan pertolongan bantuan hidup dasar sesuai prosedur.

Baca juga :  Sosialisasi dan Semprot Disinfektan Cara Polsek Tulakan Cegah PMK 

“Melalui kegiatan ini tentunya diharapkan kepada petugas medis dapat memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik mengenai cara mengenali kondisi korban, melakukan penilaian awal, meminta bantuan, serta memberikan pertolongan bantuan hidup dasar secara cepat, tepat dan sesuai dengan prosedur,” kata Heru.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan ketika peserta menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

“Yang lebih penting dapat menjadi bekal yang dapat diterapkan secara berkesinambungan dalam menghadapi kondisi kedaruratan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Peserta pada pelatihan tersebut terdiri dari pengemudi atau operator layanan operasional organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, puskesmas, serta relawan ambulans.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *