BeritaIDN, PACITAN – Memasuki musim pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan diminta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit yang rentan terjadi akibat perubahan kondisi cuaca.
Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, meminta Dinkes melakukan evaluasi dan mempersiapkan langkah antisipasi hingga tingkat Puskesmas dan wilayah. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama masa peralihan musim.
“Dinas Kesehatan mohon segera untuk mengevaluasi, mempersiapkan diri, memberi instruksi kepada Puskesmas sampai ke wilayah untuk terus melakukan pembinaan, melakukan upaya untuk sosialisasi kepada masyarakat bagaimana hidup berpola sehat dan sebagainya,” kata Rudi Handoko, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, perubahan kondisi alam pada musim pancaroba berpotensi memunculkan persoalan kesehatan baru. Karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko penyakit yang dapat timbul.
“Kalau kemarin kita sudah berbicara masalah ISPA dan sebagainya, ini pasti nanti akan ada penyakit baru yang mungkin juga akan timbul setelah kondisi seperti ini,” ujarnya.
Rudi menyampaikan, perhatian terhadap sektor kesehatan juga menjadi bagian dari pembahasan APBD 2027. Pihaknya menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada Dinas Kesehatan, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca dan potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Jadi ini kan juga kita dalam proses pembahasan di APBD 2027. Tentunya kami di Komisi II terus memberikan support dan memberikan perhatian kepada Dinas Kesehatan terkait dengan mengantisipasi kondisi kita, kondisi alam yang mungkin seperti ini, atau mungkin bisa dikatakan ini pancaroba ya,” ungkapnya.
Ia berharap, kesiapsiagaan Dinkes tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mencakup upaya pencegahan melalui pembinaan dan sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat.
Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan cuaca, sementara fasilitas pelayanan kesehatan dapat lebih siap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus penyakit. (*)













