DPRD Pacitan Soroti Dinkes soal Kekurangan Nakes dan Pengembangan Puskesmas

  • Bagikan
Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, menyoroti kekurangan dokter dan kebutuhan peningkatan layanan Puskesmas, Rabu (28/10/2026). (Foto: Dok. BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, menyoroti Dinkes soal kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas, peningkatan kapasitas pelayanan, serta persiapan Puskesmas Ngadirojo menjadi RSUD yang perlu mendapat perhatian.

Menurut Rudi, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus diikuti kesiapan tenaga kesehatan dan pengembangan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Puskesmas ini sebetulnya kalau kita masih konsentrasi kepada yang pertama, mungkin kondisi kesiapan daripada SDM. Kedua terkait dengan sosialisasi CKG, yang ketiga tentu ini kita akan ada progres terkait dengan persiapan untuk Puskesmas Ngadirojo menjadi RSUD,” kata Rudi, Rabu (28/10/2026).

Terkait rencana peningkatan status Puskesmas Ngadirojo menjadi RSUD, Rudi mendorong pemerintah daerah segera mempertimbangkan langkah penyelesaian berbagai persoalan yang berpotensi menghambat proses tersebut.

“Di APBD 2027 kita juga berupaya untuk mendorong kepada pemerintah daerah untuk sesegera mungkin mempertimbangkan dan juga menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang mungkin berhubungan dengan pihak lain, mungkin pihak desa dan sebagainya,” ujarnya.

Selain rencana pengembangan fasilitas kesehatan, Rudi meminta pelayanan rawat inap di Puskesmas yang telah direncanakan agar segera direalisasikan. Menurutnya, langkah tersebut berkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Baca juga :  Pak Bhabin Latip Rutin Sosialisasi dan Vaksinasi Door To Door, Ini Alasanya?

“Harapan kami, silakan Puskesmas yang direncanakan rawat inap harus sesegera mungkin dilaksanakan karena ini juga termasuk melakukan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan juga satu sisi ini adalah target yang harus diselesaikan oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Rudi juga menyoroti kebutuhan pengembangan pelayanan di Puskesmas Tanjungsari. Menurutnya, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas tersebut cukup banyak.

Ia juga mengingatkan bahwa lokasinya berada di kawasan perkotaan dan tidak direncanakan menjadi RSUD, ia menilai perlu ada upaya untuk meningkatkan kapasitas pelayanan fasilitas kesehatan tersebut.

“Nah, ini kan juga kami berpikir dengan Dinas, bagaimana caranya untuk mengondisikan Puskesmas Tanjungsari ini untuk bisa menambah pelayanan,” katanya.

Ia menyebut, penambahan pelayanan dapat dibahas bersama pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran. Salah satu kemungkinan yang perlu dikaji adalah penambahan lahan.

“Mungkin pemerintah daerah ada kebijakan disesuaikan dengan anggaran, kira-kira bagaimana untuk menambahi itu, atau mungkin di belakang ada tanah yang harus dibeli dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga :  Masih Banyak Jabatan Kosong, DPRD Pacitan Desak Pemkab Segera Lakukan Pengisian

Di sisi lain, Rudi menekankan pentingnya evaluasi kebutuhan tenaga kesehatan di seluruh Puskesmas di Kabupaten Pacitan. Pemenuhan tenaga medis dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan Puskesmas Ketrowonojoyo yang menurutnya saat ini hanya memiliki satu dokter. Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian Dinkes bersama dengan kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas lainnya.

“Masih banyak lagi Puskesmas yang memang butuh perhatian dari kita dan tidak kalah pentingnya evaluasi, termasuk bagaimana tenaga kesehatan bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Contoh Puskesmas Ketrowonojoyo ini baru satu dokter, terus Puskesmas yang lain yang membutuhkan nakes”, jelasnya

Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan sesegera mungkin untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan tenaga kesehatan di setiap Puskesmas, termasuk memperhatikan fasilitas kesehatan yang masih kekurangan dokter maupun tenaga medis lainnya.

“Mohon Dinas Kesehatan juga berupaya semaksimal mungkin memenuhi untuk kepentingan pelayanan masyarakat,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *