Mabes TNI Turun Gunung Cek Kesiapan Operasional KDMP di Pacitan, Belanja Masalah hingga Tunggu Juknis Pusat

  • Bagikan
Tim supervisi Mabes TNI bersama jajaran Pemkab Pacitan saat melaksanakan verifikasi dan validasi (verval) kesiapan operasional KDMP di Kabupaten Pacitan, Senin (19/10/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN)

BeritaIDN, PACITAN – Tim supervisi verifikasi dan validasi (verval) dari Mabes TNI turun langsung ke Kabupaten Pacitan untuk mengecek kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), Senin (19/10/2026).

Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan percepatan operasionalisasi koperasi berjalan optimal sesuai instruksi dari pemerintah pusat.

Staf Khusus Kasau (Kepala Staf Angkatan Udara), Marsda TNI Frederick Situmorang, M.M.P., mengungkapkan bahwa kehadiran tim pusat di daerah merupakan tindak lanjut langsung atas perintah Panglima TNI untuk mengawal kebijakan strategis Presiden Republik Indonesia.

“Jadi kegiatan hari ini kami dari tim pusat atas perintah Bapak Panglima TNI untuk turun ke lapangan, melanjutkan perintah dari Bapak Presiden untuk mengecek langsung terkait operasionalisasi KDMP,” ujar Frederick di Pacitan, Senin (19/10/2026).

Frederick tidak menampik bahwa dari hasil peninjauan tersebut ditemukan sejumlah catatan dan evaluasi. Seluruh masukan serta kendala di lapangan nantinya akan langsung diteruskan kepada jajaran pemangku kebijakan di pusat agar penanganan dapat segera dieksekusi.

Terkait kepastian jadwal peluncuran (launching) operasional KDMP, pihaknya masih menunggu rekapitulasi hasil verval secara menyeluruh sebelum menentukan waktu terbaik.

Baca juga :  Berkah Pacitan Night Marching Parade 2026, UMKM Tembus Omzet Jutaan Rupiah dalam Tiga Jam

“Secepatnya. Itu yang nanti mungkin kita komunikasikan. Dengan hasil verifikasi ini tentunya kita akan menentukan kapan waktu terbaik untuk ini bisa dilaunching,” tegasnya.

Belanja Masalah dan Kejelasan Tata Kelola

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindustrian (Dikopumin) Kabupaten Pacitan, M. Ali Mustofa, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas kunjungan supervisi dari Mabes TNI tersebut. Menurutnya, kehadiran jajaran perwira tinggi TNI menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam mengawal program kerakyatan ini.

Ali menjelaskan, kunjungan tim Mabes TNI tidak sekadar mengecek kondisi fisik bangunan semata, melainkan juga memetakan berbagai kendala di lapangan melalui metode “belanja masalah” agar segera mendapat solusi.

“Iya, verval dan untuk melihat serta mempercepat kesiapan operasional KDMP. Jadi belanja masalah lah. Beliau-beliau ini belanja masalah, masalah apa saja yang ada di sini nanti akan dibawa ke pusat untuk segera bisa ditindaklanjuti,” terang Ali.

Kendati demikian, Pemkab Pacitan tetap, mencatat sejumlah hal krusial yang masih membutuhkan kejelasan, terutama terkait regulasi dan petunjuk teknis (juknis) pengelolaan. Terlebih, terdapat rencana bahwa pengelolaan KDMP akan dipegang oleh PT Agrinas selama dua tahun pertama.

Baca juga :  Ketua DPRD Pacitan Minta Koperasi Desa Merah Putih Tak Saingi Warung Kelontong Warga

Menurut Ali, kejelasan mengenai mekanisme teknis pengelolaan, hubungan kerja antara manajer koperasi dan pengurus, batasan kewenangan, pengelolaan aset, hingga model bisnis yang akan dijalankan sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Kejelasan ini penting agar fungsi pembinaan dan pendampingan dari pemda dapat berjalan efektif.

“Karena rencana dua tahun akan dikelola oleh PT Agrinas, bagaimana pengelolaan secara teknis kami juga butuh atau perlu untuk mengetahui itu, sehingga pendampingan dan pembinaan itu juga bisa lebih jelas,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, usai proses “belanja masalah” dan perbaikan fasilitas rampung dikerjakan oleh pihak terkait, regulasi teknis dari pusat dapat segera diterbitkan. Dengan demikian, masyarakat yang telah lama menantikan kehadiran koperasi ini bisa segera merasakan manfaatnya secara luas.

“Mudah-mudahan verval ini selesai, ada perbaikan-perbaikan dari bangunan maupun kelengkapan sarana prasarana, setelah itu ada serah terima, dan mudah-mudahan petunjuk teknis pengelolaan juga sudah disiapkan sehingga kita tidak terlalu lama menunggu,” pungkas Ali. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *