BeritaIDN, PACITAN – Tanam pisang di tengah jalan rusak. Itulah cara warga “menyentil” pemerintah agar segera memperbaiki Jalan AR Hakim, Pacitan, yang berlubang dan tergenang lumpur.
Aksi itu terlihat pada Selasa (24/2/2026). Sebatang pohon pisang ditancapkan tepat di kubangan air di badan jalan. Bukan tanpa alasan, pohon tersebut menjadi penanda lubang sekaligus simbol protes agar kerusakan tak lagi dibiarkan berlarut.
Pantauan di lokasi, kondisi jalan memang memprihatinkan. Lubang-lubang besar dipenuhi air dan lumpur, terutama setelah diguyur hujan.
Pengendara sepeda motor terpaksa memperlambat laju kendaraan. Beberapa bahkan harus zig-zag menghindari lubang agar tak tergelincir.
Warga menyebut kerusakan itu bukan hal baru. Jalan tersebut sudah lama bermasalah dan kian parah saat musim hujan datang.
Sukono (50), warga Dusun Sengon, menduga aksi tanam pisang itu lahir dari rasa jenuh. Menurutnya, perbaikan memang pernah dilakukan, tetapi hasilnya tak bertahan lama.
“Mungkin yang nanam itu ingin supaya jalan segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia mengaku kerusakan sudah berlangsung cukup lama. Meski sempat ditambal, kondisi jalan kembali rusak dan tak pernah benar-benar tuntas.
“Sudah lama rusaknya. Pernah diperbaiki, tapi rusak lagi. Tidak pernah selesai,” katanya.
Bagi sebagian warga, pohon pisang di tengah jalan itu terasa pas sebagai simbol. Sindiran yang sederhana, tapi pesannya jelas: jalan rusak ini butuh perhatian serius, bukan tambal sulam.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan Jalan AR Hakim tersebut. (*)












