RSUD Pacitan Tak Tutup Telinga, Keluhan Warga Jadi Bahan Evaluasi

  • Bagikan
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, saat memberikan tanggapan atas keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit, Jumat (10/4/2026). (Foto: Heri/BeritaIDN).

BeritaIDN, PACITAN – Gelombang keluhan masyarakat soal pelayanan akhirnya dijawab manajemen RSUD dr. Darsono Pacitan. Mulai dari antrean panjang, minimnya dokter spesialis, hingga layanan obat, semuanya diakui dan kini masuk daftar pembenahan serius rumah sakit daerah tersebut.

Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, memastikan kritik yang muncul belakangan ini tidak diabaikan. Justru sebaliknya, seluruh masukan dijadikan pijakan untuk memperbaiki sistem layanan ke depan.

“Terima kasih atas masukan dari masyarakat. Itu semua menjadi dasar kami dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pelayanan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Salah satu persoalan yang paling disorot adalah antrean pasien yang kerap memanjang. Johan tak menampik kondisi itu. Menurutnya, keterbatasan jumlah dokter spesialis masih menjadi faktor utama.

“Antrean panjang itu karena dokter spesialis kami pagi hari harus visitasi ke pasien rawat inap. Kondisinya biasanya lebih gawat, jadi harus didahulukan,” jelasnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan belum lengkapnya sejumlah layanan spesialis di Pacitan. Saat ini, RSUD masih kekurangan dokter spesialis bedah saraf serta kulit dan kelamin.

“Iya memang, beberapa spesialis seperti bedah saraf dan kulit-kelamin masih belum ada di Pacitan. Ini jadi perhatian kami,” tambahnya.

Baca juga :  SMAN 1 Pacitan Tingkatkan Talenta Lewat Workshop Bola Voli dan Gateball

Sebagai solusi jangka panjang, RSUD mendorong dokter umum untuk melanjutkan pendidikan spesialis. Harapannya, dalam dua tahun ke depan, kekurangan tenaga medis itu bisa teratasi.

“Kita dorong dokter untuk sekolah spesialis. Insyaallah tahun 2026 dan 2027 mereka kembali dan memperkuat layanan di Pacitan,” katanya.

Di sisi lain, pembenahan juga menyasar sarana fisik. RSUD saat ini tengah membangun gedung rawat jalan baru sejak 2024. Kehadiran fasilitas ini diharapkan bisa mengurai kepadatan layanan yang selama ini dikeluhkan pasien.

“Gedung rawat jalan ini memang dari aspirasi masyarakat. Fasilitas yang ada sekarang sudah sangat terbatas,” jelas Johan.

Tak hanya menambah ruang, RSUD juga menyiapkan perubahan sistem layanan. Nantinya, pasien tidak lagi langsung menumpuk di dalam ruangan.

“Ke depan, pasien datang langsung disambut dan diperiksa awal di luar oleh tim perawat, baru kemudian masuk ke dokter spesialis. Jadi berbeda dengan sekarang,” ungkapnya.

Perubahan juga dilakukan pada sistem pendaftaran online yang sempat menuai keluhan karena dianggap tetap harus antre ulang. Johan menegaskan, proses itu bukan pendaftaran ulang, melainkan validasi data pasien.

Baca juga :  Berbakti pada Negeri Melalui Baksos, Cara Bripka Latip Pacitan Dekat dengan Warga

“Itu untuk memastikan identitas pasien sesuai ketentuan BPJS, misalnya lewat sidik jari atau rekaman wajah,” tegasnya.

Sementara untuk layanan obat, RSUD mengklaim sudah jauh lebih cepat berkat sistem komputerisasi. Bahkan, layanan antar obat juga sudah berjalan.

“Sekarang sekitar jam empat sore biasanya sudah selesai. Sudah lebih cepat karena sistem komputer, ditambah ada layanan antar obat,” jelasnya.

Meski begitu, pihaknya mengakui masih ada kendala di lapangan, termasuk laporan obat yang tidak sampai ke rumah pasien. Hal ini akan segera ditindaklanjuti.

“Nanti kita klarifikasi ke mitra kami, kantor pos. Komitmennya kan harus diantar sampai ke rumah,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, manajemen juga tidak segan memberi sanksi kepada petugas yang terbukti memberikan pelayanan buruk.

“Akan kita klarifikasi dan beri punishment. Kami komitmen meningkatkan kapasitas SDM, terutama dari sisi etika pelayanan,” tegas Johan.

Di akhir pernyataannya, pihak RSUD menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pelayanan yang belum maksimal. Mereka berjanji pembenahan akan terus dilakukan.

“Kami mohon maaf jika pelayanan belum maksimal. Kami akan terus berproses dan berbenah agar kualitas layanan semakin baik,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *