BeritaIDN, PACITAN – Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Pacitan ditegaskan berjalan bersih. Tidak ada celah bagi praktik titipan. Seluruh tahapan disebut murni mengacu prosedur standar nasional.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan, Turmudi, menepis anggapan adanya intervensi dalam rekrutmen. Ia memastikan, sejak pendaftaran hingga penilaian akhir, peserta bersaing lewat mekanisme yang sudah ditetapkan.
“Kalau titipan, titipan yang bagaimana itu? Karena pendaftaran dan seleksi itu ada tesnya. Tidak ada titipan, artinya kita tetap mengikuti prosedur standar nasional,” ujarnya, Senin (13/4).
Seleksi sendiri masih terus berjalan. Meski pendaftaran dilakukan secara daring, peserta tetap wajib hadir langsung pada tahap tertentu. Terutama saat tes kesehatan yang tak bisa diwakilkan.
“Namun untuk tes kesehatan ya secara fisik harus hadir karena diukur tinggi, berat badan dan sebagainya,” imbuhnya.
Dari situ, peserta yang lolos akan masuk ke tahap berikutnya. Yakni tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang menguji wawasan kebangsaan hingga aspek intelejensia.
“Setelah tes kesehatan lolos, tahapan selanjutnya ada tahapan CAT terkait wawasan kebangsaan, intelejen dan sebagainya,” jelasnya.
Turmudi menegaskan, seleksi ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ada tanggung jawab besar di baliknya, yakni menyiapkan pasukan pengibar bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Menurut dia, momentum 17 Agustus memiliki makna berbeda dibanding peringatan lainnya. Karena itu, proses seleksi harus dijalankan dengan serius, termasuk dalam membentuk karakter peserta.
“Karena memang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ini tidak seperti peringatan lainnya, ini merupakan peringatan kemerdekaan kita semuanya,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan, calon Paskibraka tidak cukup hanya kuat secara fisik. Mental dan sikap menjadi faktor penentu saat bertugas di momen sakral tersebut.
“Intinya harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dengan sikap dan mental yang luar biasa. Jangan sampai mental dan sikapnya loyo. Merah putih harus tetap tegak, Bhinneka Tunggal Ika harus tetap kita jaga, NKRI harus kita kawal,” pungkasnya. (*)












